Inilah Negara Pertama dan Terakhir yang Merayakan Momen Pergantian Tahun

Ilustrasi.
Setiap negara ternyata memulai hitungan mundur tahun baru mereka pada waktu yang berbeda-beda. Hal itu disebabkan karena adanya 24 zona waktu yang berbeda di seluruh dunia.

Kiribati, yang merupakan bagian dari Kepulauan Line di Samudra Pasifik bagian tengah, menjadi negara pertama yang merayakannya.

Dengan wilayah yang hanya seluas 811 kilometer persegi, Kiribati menjadi satu-satunya negara yang memasuki zona waktu yang paling awal di dunia. Dengan 14 jam lebih awal dari Greenwich Mean Time (GMT), ini berarti negara tersebut menyaksikan tahun baru tiba pada pukul 19.00 WIB.

Ketika masyarakat Indonesia menyiapkan terompet pesta untuk merayakan tahun baru, waktu sudah menunjukkan pukul 05.00 di Kiribati.

Bacaan Lainnya

Kiribati, atau yang dikenal sebagai Republik Kiribati, merupakan negara bekas koloni Inggris. Lokasinya terletak jauh dari sebelah timur Australia, sekitar 4.000 kilo meter di sebelah barat daya Hawaii.

Menariknya, nama pulau ini merupakan ejaan ulang dari kata “Christmas” dalam bahasa Kiribati, dan beberapa orang bahkan menyebutnya sebagai Pulau Christmas.

Pulau ini terdiri dari satu pulau utama dan sekitar 32 pulau-pulau terumbu karang kecil (atol) yang mengelilingi sebuah laguna. Pulau-pulau ini tersebar di sebagian Samudra Pasifik Tengah yang luasnya kira-kira sama dengan Amerika Serikat.

Jarak yang sangat jauh antara beberapa pulau di timur dan barat relatif terhadap Garis Tanggal Internasional menyebabkan beberapa bagian Kiribati memiliki perbedaan waktu 23 jam.

Pada tahun 1995, negara tersebut memilih untuk memindahkan Garis Tanggal Internasional, menjadikannya hari yang sama di seluruh negeri.

Kiribati adalah negara pertama yang merayakan Milenium Ketiga dan salah satu pulaunya, Caroline, kemudian berganti nama menjadi Pulau Milenium untuk merayakan peristiwa tersebut pada tahun 2000.

Berbeda dengan Kiribati, Pulau Baker dan Pulau Howland yang posisinya berada di sebelah timur menjadi negara terakhir yang merayakan tahun baru.

Meski demikian, tidak akan ada perayaan apapun di sana karena keduanya merupakan pulau yang tidak berpenghuni.

Pos terkait