Korma di sini bukan buah manis untuk buka puasa, melainkan sejenis kari yang terbuat dari yogurt, krim, daging dan aneka jenis sayuran. Semua bahan dimasak dalam waktu yang lama sehingga menghasilkan hidangan berkuah kental yang lezat.
Sama seperti di Indonesia, orang-orang dari Bangladesh dan Maladewa menyantap semangkuk korma dengan nasi.
-
Maqluba dari Timur Tengah
Alih-alih nasi biryani, orang-orang di Timur Tengah lebih suka menyantap maqluba saat hari raya Idul Adha tiba. Sama seperti nasi biryani, maqluba juga menggunakan nasi sebagai bahan utamanya. Bedanya, nasi dimasak dengan sayuran, daging domba, dan aneka rempah-rempah. Semua bahan dimasak dalam panci untuk waktu yang lama.
Untuk penyajiannya, maqluba yang sudah matang akan dikeluarkan dengan cara membalik panci di atas piring. Hasilnya, hidangan satu ini akan terlihat seperti kue ulang tahun.
-
Kibbeh dari Turki
Sekilas, kibbeh terlihat seperti panada dari Indonesia. Bedanya, kibbeh atau yang juga dikenal dengan nama oruk ini terbuat dari tepung semolina.
Berbeda dengan panada yang kebanyakan diisi sayuran, kibbeh diisi dengan daging cincang yang dicampur dengan kacang-kacangan dan bumbu berupa rempah. Kibbeh yang sudah diisi penuh kemudian dipanggang hingga matang.
Selain Idul Adha, kibbeh juga disajikan dalam banyak acara besar seperti pesta pernikahan.
-
Boulfaf dari Tunisia
Kalau Indonesia punya sate, maka Tunisia punya boulfaf. Sebenarnya, boulfaf ini juga termasuk sate. Tapi kalau sate dibuat dari daging kambing atau ayam, maka boulfaf terbuat dari hati kambing. Hati dipotong menjadi beberapa bagian kecil, lalu dibumbui dengan paprika, jintan, garam, dan merica. Setelah bumbu meresap, potongan hati ini kemudian ditusuk dan dipanggang hingga matang. Di Tunisia, hidangan ini sangat populer dan selalu disajikan saat perayaan Idul Adha.
Meski berbeda rasa maupun tampilannya, makanan khas Idul Adha di berbagai negara ini umumnya menggunakan daging sebagai bahan utamanya. Biasanya daging dimasak dengan aneka sayuran hingga matang.





