TikTok, sebagai salah satu platform media sosial paling populer di dunia, telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari jutaan penggunanya. Termasuk di Indonesia. ‘Sihir’ daya tarik globalnya pun terus membuktikan pesonanya bagi “warga +62”, dengan rata-rata pemakaian mencapai 2.495 menit per bulan di Indonesia.
__________
Data terbaru tersebit diungkap oleh We Are Social dan Meltwater. Hal ini menunjukkan bagaimana TikTok telah menyatu dalam kehidupan sehari-hari pengguna di Indonesia, terutama di kalangan anak muda.
Faktor lain, seperti penetrasi smartphone yang tinggi dan antusiasme terhadap konten kreatif lokal, turut mendongkrak penggunaan platform ini.
Sementara itu, menurut data terbaru jangkauan iklan TikTok, Indonesia juga ditahbiskan sebagai negara dengan jumlah pengguna TikTok terbesar di seluruh dunia, mencapai 157,6 juta.
Hal tersebut terungkap dalam laporan bertajuk Countries with the largest TikTok audience as of July 2024, yang dipublikasi oleh firma riset Statista pada Agustus 2024. Dengan angka tersebut, Indonesia menjadi negara dengan jumlah pengguna TikTok terbesar secara global sejauh ini.
Tahun lalu, menurut data Statista, jumlah pengguna TikTok di Indonesia tercatat ada 113 juta per April 2023. Jumlah itu belum melebihi Amerika Serikat (AS), yang sebesar 117 juta. Namun, setelah setahun, orang Indonesia yang menonton video pendek TikTok semakin banyak, membuat jumlah pengguna aplikasi ini merangkak naik hingga 157,6 juta per Juli 2024.

Jika melihat ke belakang, basis komunitas TikTok di Indonesia bertumbuh dengan pesat setidaknya dalam 6 tahun terakhir. Pada Juli 2018, SVP Bytedance, Zhen Liu, mengatakan bahwa pengguna aktif bulanan TikTok di Indonesia mencapai 10 juta. Angka tersebut berlipat ganda hingga lebih dari 15 kali lipat, yakni mencapai 157,6 juta pengguna pada Juli 2024.
Meskipun sempat diblokir sementara pada 2018 oleh pemerintah, aplikasi media sosial tersebut tetap banyak digunakan di Indonesia.
Kenaikan jumlah pengguna TikTok di Indonesia tidak terlepas dari beberapa faktor kunci, seperti pertumbuhan digital yang pesat di kalangan generasi muda Indonesia telah menciptakan pasar yang subur untuk platform media sosial.
Selain itu, juga karena meningkatnya aksesibilitas smartphone di seluruh pelosok Indonesia, yang memungkinkan lebih banyak orang untuk terhubung ke internet dan menggunakan aplikasi seperti TikTok.
Tingginya tingkat kreativitas dan kemampuan berekspresi masyarakat Indonesia juga menjadi faktor penting dalam popularitas TikTok. Banyak pengguna yang memanfaatkan platform ini untuk mengekspresikan diri melalui berbagai jenis konten, mulai dari tarian, komedi, hingga tutorial.
Hal ini menjadikan TikTok sebagai wadah bagi para kreator untuk menunjukkan bakat mereka dan menarik perhatian audiens yang lebih luas.
Negara dengan jumlah pengguna TikTok tertinggi kedua adalah AS. Analis mengatakan popularitas TikTok di Negeri Paman Sam meroket setelah mengakuisisi Musical.ly pada 2018 lalu.
Sebelumnya, jumlah pengguna aktif bulanan di platform tersebut kurang dari 10 juta. Namun, dalam beberapa bulan setelah membeli Musical.ly, jumlah pengguna TikTok tumbuh secara eksponensial.
Jumlah unduhannya melampaui Facebook, Instagram, Snapchat, dan YouTube—bahkan mendorong Facebook untuk meluncurkan layanan saingannya, Lasso. Dan secara kebetulan, banyak orang dengan jumlah followers terbanyak di TikTok berlokasi di AS. Jumlah pengguna TikTok di AS saat ini ada 120,5 juta.
Adapun pengguna terbanyak TikTok ketiga, dalam daftar peringkat berdasarkan negara, adalah Brasil, dengan 105,3 juta pengguna. Berikut daftar lengkap 10 negara dengan pengguna TikTok terbanyak:
- Indonesia: 157,6 juta
- Amerika Serikat (AS): 120,5 juta
- Brasil: 105,3 juta
- Meksiko: 77,5 juta
- Vietnam: 65,6 juta
- Pakistan: 62,1 juta
- Filipina: 56,1 juta
- Rusia: 56 juta
- Thailand: 50,8 juta
- Bangladesh: 41,1 juta.
Kenapa TikTok Bisa Lebih Populer?
Ada beberapa faktor yang membuat TikTok banyak digunakan oleh orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Misalnya, aplikasi ini menawarkan kemampuan membuat, mengedit, dan berbagi klip video pendek, lengkap dengan filter dan disertai musik sebagai pendukung.
Pengguna kerap membuat tren, bahkan istilah viral yang jadi umum, dipakai di kehidupan sehari-hari. TikTok juga kini tempat populer bagi orang-orang untuk menemukan musik, bahkan dimanfaatkan oleh sejumlah musisi untuk meluncurkan musik barunya secara eksklusif.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh TikTok dan firma riset data hiburan Lumiate, TikTok memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan nilai bagi para artis melalui streaming, dan mendorong penemuan musik baru.
Tak hanya untuk hiburan, TikTok juga kini mulai digunakan untuk mencari informasi/berita. Pergeseran mencari berita/informasi di TikTok ini kemungkinan dipelopori oleh Generasi Z—mereka yang lahir pada rentang tahun 1997-2012.
Dalam laporan terpisah, firma riset YPluse mengungkapkan bahwa Gen Z cenderung lebih suka mencari informasi atau berita di TikTok ketimbang di Google.
Pada tahun 2022 dan 2023 lalu, regulator komunikasi asal Inggris, Ofcom juga menyebut bahwa Gen Z lebih gemar mencari informasi dan berita di media sosial, terutama TikTok, ketimbang di platform konvensional macam Google atau TV.***




