Tiga Remaja Tewas dan Ratusan Lainnya Keracunan Gara-gara Tantangan Viral, TikTok Kena Denda USD10 Juta

Ilustrasi scrolling TikTok. Berbagai studi menyatakan kecanduan scrolling menimbulkan berbagai macam bahaya. (Pexels)
TikTok, platform video pendek paling populer di muka bumi, kena denda USD10 juta, atau setara Rp 162,5 miliar, oleh Mahkamah Agung Venezuela. Denda dijatuhkan setelah aplikasi milik ByteDance dari China tersebut digunakan untuk menyebarkan tantangan viral, yang menyebabkan tiga remaja meninggal akibat keracunan zat kimia.

Selain korban tewas, tantangan itu juga menyebabkan 200 orang lainnya keracunan. Semua korban merupakan siswa berbagai sekolah yang tersebar di seluruh Venezuela. TikTok dituduh menyebabkan penggunanya dalam bahaya karena tidak menyaring video tantangan berbahaya yang disebarkan penggunanya.

Sanksi untuk TikTok diputuskan pada Senin, 30 Desember 2024. Hakim Mahkamah Agung Venezuela, Tania D’Amelio, menyatakan TikTok lalai dalam mengontrol penyebaran konten berbahaya yang mendorong penggunanya mengikuti tantangan berisiko tinggi.

“TikTok gagal menerapkan langkah-langkah yang diperlukan dan memadai untuk mencegah penyebaran konten berbahaya ini,” kata D’Amelio, dikutip dari VOA News. Titkto diberikan waktu delapan hari untuk membayar denda tersebut.

Bacaan Lainnya

Denda untuk TikTok itu disebut bakal digunakan untuk mendirikan Dana Korban TikTok. Dana bakal diberikan sebagai kompensasi kerugian psikologis, emosional, dan fisik yang dialami pengguna TikTok, terutama anak-anak dan remaja.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro sebelumnya telah mengancam akan mengambil tindakan keras terhadap TikTok jika tidak segera menghapus konten yang mempromosikan tantangan berbahaya. Pemerintah setempat juga sedang mempertimbangkan undang-undang untuk mengatur jejaring sosial di negara itu.

“Media sosial tidak boleh menjadi alat untuk menyebarkan kebencian, fasisme, atau membahayakan generasi muda kita,” tegas Maduro dalam sebuah pernyataan.

Selain kena denda, TikTok juga diminta membuka kantor di Venezuela. Jika tidak,platform ini akan menghadapi tindakan hukum lebih lanjut.

Pihak TikTok dilaporkan telah menyatakan kepada pengadilan Venezuela bahwa mereka memahami jika masalah keracunan karena tantangan viral itu sangat serius.

TikTok sebenarnya telah menetapkan kebijakan resmi yang melarang unggahan konten yang mempromosikan melukai diri sendiri atau bunuh diri. Namun, pengawasan dan penerapan kebijakan ini dianggap tidak cukup ketat.***

Pos terkait