Habib Luthfi bin Yahya Deklarasikan JATMA Aswaja, Klaim Berkomitmen Bangun Ekonomi Umat dan Cinta Tanah Air

“Karena esensi beragama adalah mengajarkan tentang generosity, yakni sikap kedermawanan, yang kuat membantu yang lemah, yang kaya membantu yang miskin. Ini menjadi penting untuk konteks global dan domestik sekarang ini, yang relevan dengan kondisi bangsa.”

Para mursyid tarekat sejak zaman Wali Songo hingga hari ini, menurut Helmy, telah menjadi penjaga keindahan Islam melalui pendekatan yang lembut, santun, dan merangkul.

Dia berharap, melalui JATMA Aswaja, akan lahir generasi baru pengamal tarekat—yang tidak hanya fasih dalam wirid dan zikir, tapi juga bijak dalam memimpin umat, adil dalam bermuamalah, dan kokoh dalam menjaga bangsa dari polarisasi dan perpecahan.

Bacaan Lainnya
Komitmen Bangun Ekonomi Umat dan Cinta Tanah Air

Sehari sebumnya, Kamis, 14 April 2025, JATMA Aswaja menggelar dalam rapat pleno. Adapun, tema besar yang diangkat dalam rapat pleno kali ini adalah “Mengokohkan Cinta Tanah Air dan Memperkuat Ekonomi Keumatan”.

Dua hal itu disebut, menurut Helmy, menjadi prioritas utama yang sedang dikembangkan oleh JATMA Aswaja, selain penguatan dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Intinya, jalan sunyi tarekat harus melahirkan kemaslahatan bagi umat,” ucap Helmy.

Dia menjelaskan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi agenda penting melalui berbagai pelatihan, penyediaan akses pemodalan, dan pembangunan kemitraan strategis.

JATMA Aswaja, kata dia, sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil dalam rangka membangun ekonomi umat yang mandiri dan berkelanjutan.

“Kami ingin membangun kemitraan yang strategis dengan semua stakeholder demi penguatan ekonomi keumatan. Ini adalah bagian dari komitmen thariqah yang bersumber dari nilai-nilai spiritual yang aplikatif dalam kehidupan sosial,” ujar Helmy.

Dengan semangat kebersamaan dan visi yang jelas, JATMA Aswaja mengharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan positif di tengah masyarakat melalui pendekatan spiritualitas yang membumi dan memberi manfaat nyata bagi umat dan bangsa.***

Pos terkait