H-11 Ramadan, Stok Beras 3,22 Juta Ton, Cabai Naik

Ilustrasi salah satu pasar tradisional di Jakarta. Harga cabai disebut naik jelang Ramadan tahun ini. - Istimewa
Menjelang Ramadan, stok beras diklaim aman, tapi cabai dan daging mulai naik.

Pemerintah memastikan pasokan pangan strategis dalam kondisi aman menjelang Ramadan 2026, namun sejumlah harga pangan bergejolak mulai bergerak naik di tingkat konsumen.

Perum Bulog menyebut stok beras yang dikelola per 2 Februari 2026 mencapai 3,3 juta ton. Dari jumlah itu, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat 3,22 juta ton dan stok komersial 95.523 ton. 

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, sebagaimana dikutip dari Metro TV pada Kamis, 5 Februari 2026, mengatakan Bulog menyiapkan pola pengamanan pasar menjelang Ramadan hingga Idulfitri, termasuk turun ke lapangan bersama pemangku kepentingan. 

Bacaan Lainnya

Bulog juga menyatakan siap menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan dua liter MinyaKita kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat untuk alokasi Februari–Maret 2026. 

Harga mulai bergerak di komoditas bergejolak

Di saat pemerintah menekankan kecukupan stok, data harga eceran menunjukkan beberapa komoditas bergejolak mulai naik pada awal Februari.

Berdasarkan SP2KP Kementerian Perdagangan per 5 Februari 2026 pukul 14.23 WIB, harga cabai merah keriting rata-rata nasional tercatat Rp40.300 per kilogram, naik 0,5% dibanding hari sebelumnya. 

Pada periode yang sama, daging sapi (paha belakang) tercatat Rp141.700 per kilogram. Angka ini menjadi salah satu komoditas yang disebut naik pada hari itu. 

Kenaikan di komoditas hortikultura dan protein hewani biasanya sensitif terhadap gangguan pasokan dan lonjakan permintaan jelang hari besar keagamaan, sehingga pergerakannya dipantau ketat pemerintah daerah dan pusat.

Pemerintah dorong intervensi dan pengawasan

Badan Pangan Nasional menyatakan menyiapkan tujuh langkah pengamanan pasokan dan stabilisasi harga, mulai dari pemantauan harian lewat Panel Harga Pangan hingga penguatan intervensi di lapangan. 

Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, mengatakan langkah itu mencakup fasilitasi distribusi pangan, Gerakan Pangan Murah, hingga proses pelaksanaan SPHP Beras 2026 dengan target 1,5 juta ton. 

Di level daerah, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir—dikutip dari situs resmi Badan Pangan—meminta Satgas Pangan Daerah bersama TPID rutin turun memeriksa kondisi lapangan, termasuk sampai ke gudang. “Saya meminta kepada Satgas Pangan Daerah bersama TPID untuk turun setiap minggu, cek betul sampai ke gudang,” kata Tomsi. 

Dari sisi penegakan, Satgas Pangan Polri menegaskan praktik penimbunan dan manipulasi distribusi menjelang Ramadan akan ditindak. Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak menyebut kejahatan pangan sebagai kejahatan kemanusiaan karena dampaknya pada hak hidup masyarakat. 

Titik rawan: daya beli dan akses pangan

Kombinasi harga cabai dan daging yang naik bersamaan sering terasa paling cepat di rumah tangga, terutama kelompok yang belanja harian dan tidak punya ruang menahan kenaikan.

Pemerintah menekankan operasi pasar dan intervensi perlu tepat sasaran, terutama di wilayah padat penduduk yang paling rentan terdampak inflasi pangan jelang Ramadan. ***

Pos terkait