Perang Iran Ancam Krisis Pangan Global, Bagaimana Nasib Harga Sembako dan BBM di Indonesia?

Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman ketika meninjau proyek satu juta hektare sawah di Merauke, Papua, November 2024. Konflik Timur Tengah berpotensi menjadi batu sandungan untuk megaproyek ketahanan pangan ini, terutama terkait stok pupuk. — Dok. Kementan
Perang Iran picu lonjakan harga energi dan pupuk global. Dunia terancam kelaparan, Indonesia waspadai badai inflasi pangan.

​Dunia kini menghadapi ancaman ganda yang sangat serius akibat eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ketegangan geopolitik ini tidak hanya memanaskan suhu di Timur Tengah, tetapi juga berpotensi memicu bencana kelaparan massal.

Program Pangan Dunia (WFP) memproyeksikan tambahan 45 juta orang berisiko jatuh ke jurang kelaparan akut jika perang terus berlanjut hingga Juni mendatang.

​Wakil Direktur Eksekutif WFP, Carl Skau, menegaskan situasi ini bisa membawa tingkat kelaparan global ke rekor tertinggi sepanjang masa, dengan lebih dari 319 juta jiwa terdampak. Krisis ini bermula dari tersendatnya jalur distribusi bantuan kemanusiaan serta melonjaknya biaya pengiriman hingga 18 persen sejak konflik pecah.

Bacaan Lainnya
​Selat Hormuz Lumpuh, Rantai Pasok Pupuk Tercekik

​Akar dari ancaman krisis pangan ini bermuara pada tersendatnya aktivitas di Selat Hormuz. Jalur sempit yang menghubungkan Iran dan Oman ini bukan sekadar rute transit minyak, melainkan urat nadi bagi pengiriman pupuk dunia.

Kawasan Teluk menyumbang sekitar 20 persen volume perdagangan global untuk unsur nutrisi pupuk utama seperti amonia, fosfat, dan sulfur, serta hampir separuh perdagangan urea dunia.

​Ketika ketegangan memuncak dan produksi pupuk terhenti akibat serangan di pusat industri seperti Ras Laffan, pasokan global merosot tajam. Akibatnya, harga pupuk melonjak 10 hingga 30 persen.

Kondisi ini memaksa para petani di berbagai negara mengurangi penggunaan pupuk, yang secara langsung akan memangkas hasil panen komoditas penting seperti jagung, gandum, dan padi.

​Harga Energi Meroket Katrol Biaya Pangan

​Krisis rantai pasok pupuk semakin diperparah oleh lonjakan harga energi. Harga minyak mentah Brent yang meroket hingga menembus USD89 per barel membuat biaya operasional pertanian dan logistik global membengkak.

​Joseph Glauber, peneliti senior di International Food Policy Research Institute (IFPRI), menyebutkan energi menyumbang sekitar 50 persen dari total pembentukan harga makanan secara tidak langsung. Mulai dari traktor di ladang, truk ekspedisi, hingga pabrik pengolahan—semuanya bergantung pada bahan bakar yang kini harganya melambung tinggi.

​Bayang-Bayang Krisis di Indonesia: Ancaman Inflasi dan Subsidi BBM

​Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Meski terpisah jarak yang jauh dari titik konflik, perekonomian Indonesia ikut merasakan getarannya. Ada dua jalur utama rambatan krisis ini ke Tanah Air: impor bahan baku pupuk dan lonjakan harga minyak dunia.

Pos terkait