Gus Yahya Membuka Kembali Kerja Sama dengan Institusi Terafiliasi Israel yang Pernah Dibatalkan PBNU Era Said Aqil

Surat yang dikirimkan oleh Yahya Cholil Staquf untuk Direktur Emeritus Pusat Keagamaan Yahudi pada 22 September 2021. Ketika itu Yahya merupakan Khatib Aam PBNU. | Foto: Istimewa
JAKARTA—Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah pimpinan KH. Said Aqil Siroj pernah membatalkan kerja sama dengan institusi yang terafiliasi dengan Israel pada 20 September 2021. Namun, dua hari setelahnya, KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya—Katib Aam PBNU waktu itu—membuka kembali upaya kerja sama yang dibatalkan Said.

Pada tahun 2021, pernah beredar surat yang mengatasnamakan PBNU kepada Direktur Emeritus Pusat Keagamaan Yahudi, Rabbi David Saperstein. Isinya permohonan untuk menjadi penasihat organisasi Center for Shared Civilizarional Values (CSCV)—organisasi yang diklaim dibentuk oleh PBNU. Surat tersebut ditandatangani Gus Yahya sebagai Katib Aam PBNU.

Surat ini berisi upaya diplomasi Gus Yahya kepada Yahudi dalam merespons G20 yang akan diselenggarakan di Indonesia pada tahun 2022. Melalui surat tersebut, Gus Yahya berupaya mengajak Direktur Emeritus Yahudi untuk bekerja sama membangun peradaban global dan nilai-nilai luhur kerukunan umat manusia.

Surat tertanggal 22 September 2021 tersebut kemudian diketahui disusun tanpa melibatkan Rais Aam, Ketua Umum, dan Sekjen PBNU waktu itu. Padahal, umumnya surat resmi PBNU selalu diketahui oleh ketiga unsur pimpinan ormas tersebut. Namun demikian, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas—yang merupakan adik Gus Yahya—mendapat tembusan.

Bacaan Lainnya
Isi lengkap surat yang dikirimkan Yahya Cholil Staquf kepada Direktur Emeritus Pusat Keagamaan Yahudi. Dalam surat tersebut, Yahya menyebut dirinya sebagai Sekjen PBNU dan surat tersebut ditembuskan kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, adik Yahya. | Foto: Istimewa

Surat Gus Yahya pada tahun 2021 tersebut dikirimkan tiga tahun setelah kunjungannya ke Yerusalem untuk menghadiri forum yang digelar American Jewish Committee (AJC) dan menemui Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Yahya melakukan kunjungan tersebut pada bulan Juni 2018.

Yahya Cholil Staquf dan rombongannya berfoto dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di kantor Netanyahu di Yerusalem, 14 Juni 2018. FOTO: Tangkapan Layar X

Pos terkait