Pengurus APGI Jawa Timur, Chuk SW, mengungkapkan bahwa hasil analisis tim di lapangan menunjukkan mayoritas korban kecelakaan di Gunung Piramid mendaki dengan perlengkapan yang sangat minim.
“Dari analisis kawan-kawan di lapangan, diduga karena perlengkapan minim. Sementara Gunung Piramid adalah gunung taktikal yang butuh strategi khusus untuk mendaki. Medannya sangat berat tanpa alat,” ujar Chuk SW, dikutip Kamis (6/8/2026).
Chuk menyoroti bahwa sejak di pos awal pendakian, indikasi minimnya persiapan para pendaki sudah terlihat jelas. Bahkan, berdasarkan keterangan warga lokal, beberapa pendaki yang mengalami kecelakaan diketahui tidak membawa perlengkapan teknis sama sekali.
Karakteristik bahaya Gunung Piramid terletak pada ekosistem jalurnya yang sangat sempit dan curam. Mulai dari Pos 1, Pos 2, Pos 3, area Punggung Naga, hingga mendekati puncak, lebar jalur pendakian rata-rata hanya berukuran sekitar 30 cm, layaknya pematang sawah.
Di kanan dan kiri jalur setapak tersebut membentang jurang terjal dengan sudut kemiringan (elevasi) mencapai 45 hingga 60 derajat dan kedalaman berkisar antara 100 hingga 400 meter. Kondisi ini diperparah dengan ketiadaan vegetasi besar yang bisa dijadikan pegangan saat pendaki kehilangan keseimbangan.
“Ndak bisa salipan dan tidak bisa disalip atau nyalip, sama seperti pematang sawah. Bahaya Gunung Piramid adalah medan ekstrem dengan jalur hanya seukuran 30 cm dengan kanan-kiri jurang sedalam 100 sampai 300 meter,” tegas Chuk.
Ia menambahkan, meski seorang pendaki memiliki pengalaman di gunung lain, karakter Gunung Piramid tidak bisa disamakan. Gunung ini menuntut penggunaan alat keselamatan khusus seperti tali pengaman, harness, dan alat pemanduan teknis.
Chuk bahkan menceritakan hasil pemetaan yang pernah dilakukan APGI bersama organisasi Wanadri pada tahun 2020 lalu. Saat itu, rekomendasi tegas telah disampaikan kepada pihak Perhutani dan Bupati Bondowoso selaku pemangku wilayah.
“Saat pemetaan, salah satu pendaki profesional sempat mengatakan, pendaki Gunung Piramid tanpa alat yang pulang selamat itu mukjizat. Salah satu pendaki lainnya yang sudah Seven Summits pun mendaki Gunung Piramid tanpa alat tidak berani. Artinya betapa bahayanya Gunung Piramid jika didaki tanpa persiapan,” kata Chuk. ***





