Kawasan Gunung Bromo mulai diselimuti fenomena embun upas atau kristal es mirip salju untuk pertama kalinya sepanjang tahun ini akibat penurunan suhu udara yang ekstrem.
Kawasan Gunung Bromo mulai diselimuti fenomena embun upas atau embun beku untuk pertama kalinya sepanjang tahun ini. Lapisan putih mirip salju tersebut tampak menutupi area fungsional di lereng pegunungan.
Lapisan kristal es berwarna putih tersebut menyelimuti vegetasi mulai dari rerumputan, dedaunan, hingga hamparan luas lautan pasir di sekitar kaldera Bromo. Penurunan suhu udara yang drastis menjadi pemicu utamanya.
Suhu udara di kawasan wisata tersebut dilaporkan merosot tajam hingga menyentuh angka di bawah 5 derajat celsius. Kondisi ini membuat embun yang terbentuk sepanjang malam langsung membeku menjelang pagi.
Istilah Buntas Warga Tengger
Kemunculan embun beku ini langsung menarik perhatian wisatawan yang telah memadati lokasi sejak sebelum fajar. Banyak pengunjung memanfaatkan momen langka tersebut untuk berswafoto di atas lautan pasir putih.
Widian Dharma Singgih, salah satu pemandu wisata Gunung Bromo asal Pasuruan, menyebut masyarakat suku Tengger mengenal fenomena suhu dingin ekstrem ini dengan istilah buntas.
“Nah, musim seperti ini, biasanya pengunjung bisa melihat dengan jelas dan terang Gunung Bromo. Tapi memang sangat dingin,” kata pemandu wisata Gunung Bromo Widian Dharma Singgih, Selasa (9/6/2026).
Fenomena alam ini hanya dapat dijumpai pada pagi hari sebelum matahari terbit dengan sempurna. Lapisan kristal es tersebut akan perlahan menghilang seiring dengan meningkatnya suhu saat matahari mulai meninggi.
Pengunjung yang ingin menyaksikan pemandangan langka ini diimbau untuk mempersiapkan perlengkapan penghangat tubuh secara optimal seperti jaket tebal, sarung tangan, dan penutup kepala demi menjaga kesehatan.***




