Wisata Jatim Naik 6 Persen Saat Lebaran

Gunung Bromo Ditutup
Gunung Bromo, salah satu destinasi wisata favorit di Jatim ditutup hingga 12 April 2026. -:Dok Samudrafakta
Kunjungan wisatawan ke Jawa Timur saat Lebaran 2026 naik 6 persen jadi 4,3 juta. Destinasi favorit KBS, Sarangan, Jatim Park, hingga Bromo

Jawa Timur mencatat lonjakan kunjungan wisata saat momentum mudik Lebaran 2026. Hingga 24 Maret 2026, jumlah wisatawan yang berkunjung mencapai 4,3 juta orang atau naik 6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparta) Jawa Timur, Evy Afianasari, mengatakan angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi terus bertambah, seiring imbauan pemerintah pusat agar masyarakat melakukan arus balik pada akhir pekan.

“Masih 4,3 juta, naik sekitar 6 persen dibanding tahun lalu pada periode yang sama. Kami optimistis masyarakat masih akan memanfaatkan objek wisata di Jatim,” ujar Evy, Jumat, 27 Maret 2026.

Bacaan Lainnya
Pergerakan Wisata Diproyeksi Tembus 17 Juta

Selain jumlah kunjungan, pergerakan wisata di Jawa Timur selama periode Lebaran 2026 diproyeksikan mencapai 17 juta pergerakan. Namun, angka tersebut belum final karena masih ada sejumlah destinasi yang belum melaporkan data terbaru.

Sejumlah destinasi favorit wisatawan domestik masih didominasi Kebun Binatang Surabaya (KBS), Sarangan, dan Jatim Park.

Sementara itu, wisatawan mancanegara masih menjadikan kawasan Bromo sebagai tujuan utama, meski kondisi cuaca kerap hujan. Menurut Evy, hal itu menjadi bagian dari pengalaman wisata minat khusus yang tetap diminati turis asing.

Minim Kecelakaan di Destinasi Wisata

Evy menambahkan, selama libur Lebaran tahun ini, kejadian kecelakaan di objek wisata tergolong minim dan tidak menimbulkan korban fatal.

Kondisi tersebut didukung berbagai upaya pengamanan, termasuk peningkatan fasilitas wisata serta intervensi pemerintah daerah melalui operasi modifikasi cuaca di sejumlah titik.

“Alhamdulillah minim kecelakaan. Ini berkat fasilitas yang terus ditingkatkan serta upaya pengendalian cuaca di beberapa wilayah,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis tren positif sektor pariwisata ini akan terus berlanjut hingga puncak arus balik Lebaran 2026.***

Pos terkait