“Kasus yang terjadi pada Lambung Mangkurat adalah satu diantara banyaknya fenomena gunungnya es di Indonesia, penggunaan jurnal abal-abal, pemalsuan data dan praktik-praktik inilah yang menjadi contoh betapa krisisnya problem integritas akademik,”imbuhnya.
Menurutnya, upaya untuk mengatasi problem terletak pada political will yang dilakukan pimpinan perguruan tinggi. Satria menegaskan politik will menjadi modal yang sangat penting dalam memutus mata rantai suplay dan demand, karena ini berkaitan sejauh mana upaya civitas untuk memberikan control eksternal.
“Kalau kampus obral gelar jabatan, ini akan sangat berbahaya, terutama kepercayaan masyarakat terhadap integritas, juga dampaknya pada reputasi perguruan tinggi di mata internasional,” imbuhnya lagi.
Ia menegaskan, seseorang yang akan diberi gelar ini adalah kandidit yang betul-betul memiliki rekam jejak yang panjang dalam ilmu pengetahuan dan kemanusiaan.*





