Wamen Dikti Saintek Ungkap 3 Masalah Utama Pendidikan Tinggi RI, Apa Saja?

Wamen Dikti Saintek
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof Dr Fauzan MPd. - Humas Unair
Wamen Dikti Saintek Prof Fauzan soroti tiga masalah utama pendidikan tinggi Indonesia: mutu, relevansi, dan akses, saat berbicara di Unair Surabaya.

“Hanya dengan pendidikan bermutu, bangsa Indonesia akan bisa berdiri di atas kaki sendiri. Pendidikan adalah kunci dari segalanya,” tutur Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof Dr Fauzan MPd.

Itu diungkapkan Wamen Dikti Saintek saat menjadi pembicara Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) yang digelar di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Sabtu (7/2/2026).

Ia menegaskan bahwa pendidikan tinggi harus menjadi pondasi utama dalam merumuskan langkah-langkah strategis pembangunan bangsa. Revitalisasi peran pendidikan tinggi dinilai penting untuk meningkatkan mutu, akseptabilitas, serta kemampuan perguruan tinggi dalam menjawab persoalan yang berkembang di masyarakat.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, penguatan kelembagaan dan tata kelola tridarma perguruan tinggi perlu dijadikan pedoman utama dalam menjalankan perguruan tinggi di tengah tantangan nasional dan global.

“Tidak ada alasan untuk tidak melakukan revitalisasi pendidikan tinggi. Revitalisasi memerlukan modal yang kuat, terutama modal empiris berupa data yang dapat menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan dan arah pengembangan perguruan tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Fauzan mengingatkan amanat Pasal 31 Ayat 5 UUD 1945, yang menyatakan bahwa pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai agama dan persatuan bangsa demi kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Dalam konteks ini, pendidikan tinggi dipandang sebagai penyangga utama peradaban bangsa dan pusat pembentukan manusia yang berkarakter luhur.

“Saya kira kita semua paham bahwa perguruan tinggi adalah penyangga kuat lahirnya peradaban bangsa. Maka, jika perguruan tinggi berada dalam kondisi yang baik dan unggul insyaallah peradaban bangsa ini juga akan menjadi unggul,” ucapnya.

Dalam paparannya, Prof. Fauzan juga menyampaikan sejumlah data empiris pendidikan tinggi di Indonesia sebagai dasar perlunya revitalisasi.

Pos terkait