Perayaan meledak di berbagai sudut Jalur Gaza setelah gencatan senjata yang telah lama dinantikan mulai berlaku pada Ahad, 19 Januari 2025. Kesepakatan ini mengakhiri perang selama 15 bulan yang meninggalkan kehancuran besar di kantong Palestina tersebut.
Gencatan senjata dimulai pukul 11.15 waktu setempat (09.15 GMT). Sebagai bagian dari kesepakatan ini, Hamas menyerahkan daftar tiga tawanan perempuan yang akan dibebaskan kepada Israel melalui mediator.
“Kegembiraan saya tak terkira,” ujar Om Salah, salah satu warga Gaza. “Begitu gencatan senjata diumumkan, saya langsung mengemas barang-barang untuk pergi ke Kota Gaza. Anak-anak saya sangat senang bisa bertemu keluarga dan kembali ke tanah kami,” kata Salah kepada Al Jazeera.
Seorang pemuda Palestina juga menyuarakan kebahagiaannya. “Semua orang gembira, terutama anak-anak. Kami hanya berharap Israel tidak melanggar gencatan senjata ini dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa ia ingin menyelesaikan pendidikan yang sempat terhenti selama konflik.
Petugas kesehatan dan penyelamat turut merayakan di jalan-jalan. Dalam video yang diverifikasi Al Jazeera, terlihat tim pertahanan sipil mengibarkan tanda kemenangan sambil menyanyikan lagu kebangsaan.
Di luar Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir el-Balah, Hani Mahmoud dari Al Jazeera melaporkan bahwa tidak ada pelanggaran gencatan senjata sejak perjanjian mulai berlaku.
“Tidak ada lagi bom, jet tempur, atau pesawat tanpa awak. Suara yang terdengar hanyalah tembakan perayaan dan kembang api di jalanan,” kata Mahmoud.
Namun, sebelum gencatan senjata berlaku, serangan terakhir pasukan Israel menewaskan sedikitnya 19 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya pada hari yang sama.
Total korban tewas dalam perang panjang ini mencapai hampir 47.000 orang. Sementara itu, sekitar 1.139 orang tewas di Israel sejak serangan Hamas pada Oktober 2023, dengan 250 orang ditawan.
Hind Khoudary dari Al Jazeera melaporkan dari Khan Younis bahwa kehancuran di Rafah sangat parah. “Mereka bahkan tidak mengenali lingkungan mereka sendiri,” ujar Khoudary. Meski demikian, warga tetap menyambut gencatan senjata dengan sukacita.





