Raffi Ahmad Bikin Konten Pamer Mobil Mewah Dikawal Patwal, Pengamat Sebut Tindakan Bermasalah

Patwal kawal Raffi Ahmad ke rumah Andre Taulany. (Foto: Tangkapan Layar Youtube RANS Entertainment)
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad diduga dikawal petugas patwal saat membuat konten ‘pamer mobil baru’ di rumah Andre Taulany.

Namun, menjelang akhir video, kamera menangkap momen petugas patroli dan pengawalan (patwal) bermotor sedang melaju di depan kendaraan Raffi Ahmad. Petugas tersebut tampak sedang melakukan pengawalan.

Momen Raffi Ahmad terlihat di kanal Youtube Rans Entertainment yang diunggah pada Jumat . Ketika itu, dia mengemudikan sendiri mobil Suzuki Jimny berwarna hitam.

Raffi Ahmad ditemani seorang pria yang duduk di kursi penumpang.

Suami Nagita Slavina itu mengaku hendak memamerkan kendaraan barunya tersebut ke Andre Taulany.

“Gue mau ke rumah Andre Taulany, gue mau pamer kalau gue punya mobil bagus. Soalnya gue lihat di YouTube-nya ada vlog-nya Boy William (soal Suzuki Jimny),” ujar Raffi sambil menyetir kendaraan.

Ada bagian yang unik dalam video itu, yang membuat sebagian pihak salah fokus. Terdengar suara sirene patwal yang bersaut-sautan.

Dan menjelang akhir video, kamera menangkap momen petugas patwal bermotor sedang melaju di depan kendaraan Raffi Ahmad.

Petugas tersebut seperti sedang melakukan pengawalan.

Peristiwa itu langsung menuai perhatian publik. Menurut pemerhati multimedia Roy Suryo, sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi seharusnya lebih berhati-hati.

“Setelah kejadian memalukan dengan mobil RI 36, Raffi Ahmad seharusnya lebih menjaga citra. Masyarakat sudah gerah melihat pejabat negara yang memanfaatkan fasilitas yang dibiayai uang rakyat,” ujar Roy Suryo dalam pernyataan tertulisnya, Ahad, 19 Januari 2025.

Roy menegaskan bahwa kasus ini bahkan lebih fatal dibanding insiden patwal yang mengawal mobil mewah kosong.

“Patwal hanya boleh digunakan untuk tugas dinas. Di video Raffi, patwal justru dipakai mengawal flexing mobil pribadi, hanya untuk pamer,” kritik Roy.

“Sebagai pejabat, tindakan memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi sangat tidak bisa dibenarkan,” tambahnya.

Roy menyebut bahwa publik, khususnya Netizen +62, sangat jeli dan cepat bereaksi saat menemukan penyalahgunaan fasilitas negara. “Hanya untuk flexing mobil beberapa menit, patwal negara dipakai. Itu bukan fungsi patwal yang dibiayai oleh rakyat,” tandasnya.***