Namun, pekerjaan rumah masih besar. Pada September ini, BGN menargetkan 14.000 SPPG yang melayani 42 juta penerima manfaat. Jika tiap SPPG bisa menyerap Rp1 miliar per bulan, maka dalam sebulan bisa mengalir Rp14 triliun.
Angka itu melonjak di bulan-bulan berikutnya: Rp19,63 triliun di September, Rp37,86 triliun di Oktober, Rp59,55 triliun di November, hingga Rp76,42 triliun di Desember 2025.
Sindiran Keras ke IMF
Purbaya ternyata juga pernah ‘menghajar’ IMF sebelum dia dilantik jadi Menkeu. Ia pernah secara terang-terangan menyebut lembaga itu bodoh.
“Kalau saya enggak pakai IMF. Menurut saya, IMF bodoh. Kalau enggak percaya, lihat track record-nya,” ujarnya, dalam forum investasi di Jakarta, Mei lalu.
IMF sempat memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 dari 5,1 persen menjadi 4,7 persen. Bagi Purbaya, prediksi itu kelewat pesimistis. Ia menyodorkan contoh: tahun 2009 IMF salah tebak, begitu juga pada 2020 saat pandemi.
“Ketika global kontraksi, kita naik 4,6 persen. Jadi jangan percaya IMF. Mereka lebih bodoh dari saya,” tegasnya, sambil disambut tawa hadirin.***





