Bagian Sejarah Mana yang Dikoreksi?
Ada beberapa poin yang menjadi fokus dalam perubahan narasi sejarah ini—kendati secara spesifik masih terbatas, karena proyek masih berlangsung—yaitu:
- Masa Prasejarah
Menurut Fadli Zon, ada penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa peradaban Indonesia lebih tua dari yang diketahui selama ini.
Gua Leang-Leang di Maros, Sulawesi Selatan, misalnya. Awalnya gua itu diperkirakan berusia 5.000 tahun. Namun, kata Fadli, menurut hasil penelitian arkeologi terbaru, gua itu diperkirakan berusia 40.000-52.000 tahun.
“Ini harus ditambahkan. Peradaban kita jauh lebih tua dari yang kita kira,” kata Fadli.
Fadli menegaskan bahwa pengetahuan ini perlu disebarluaskan agar dunia tahu bahwa Indonesia memiliki peradaban kuno yang setara—bahkan lebih tua—dibandingkan peradaban Eropa atau Mesir.
- Masa Kolonial
Narasi umum yang menyebut Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun juga bakal dikoreksi. Agus Mulyana dari MSI mengemukakan penjelasannya kenapa bagian ini perlu dikoreksi.
“Aceh, misalnya, belum ditaklukkan hingga 1920-an, bahkan 1930-an. Ini perlu interpretasi ulang, agar kita tidak dipandang sebagai bangsa yang kalah” kata dia.
Koreksi ini, menurut Agus, untuk memperjelas bahwa kekuasaan kolonial tidak merata di seluruh wilayah.
- Pemerintahan Modern:
Fadli Zon juga mengatakan bahwa sejarah versi baru nanti bakal diperluas hingga mencakup era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Joko Widodo (Jokowi), dan bahkan periode pemerintahan Prabowo Subianto.
“Periode terakhir di buku sejarah saat ini berhenti sebelum era SBY. Tentu ini (era setelah SBY) akan ditambahkan,” jelasnya.
Bagian ini perlu dimasukkan karena, menurut Fadli, sejarah kontemporer yang relevan dengan kondisi saat ini juga perlu diketahui dan dipahami oleh publik.
— Tabel Babak-babak Sejarah yang Disegarkan Kembali—
|
Periode |
Perubahan Utama |
Alasan |
|
Masa Prasejarah |
Usia peradaban diperbarui, misalnya Gua Leang-Leang 40.000-52.000 tahun |
Temuan arkeologi baru, peradaban lebih tua |
|
Masa Kolonial |
Koreksi narasi 350 tahun dijajah, kontrol Belanda tidak merata (misalnya Aceh) |
Akurasi sejarah, hindari stigma “bangsa kalah” |
|
Pemerintahan Modern |
Tambah era SBY, Jokowi, dan Prabowo, sebelumnya berhenti sebelum SBY |
Perluas sejarah kontemporer, relevansi masa kini |
|
Periodisasi Sejarah |
Perluas dari prasejarah hingga era terkini, tambah jilid baru |
Lengkapi narasi sejarah, dukung pendidikan |





