Euro-Med Monitor: Israel Hancurkan Sumber Air Bersih Warga Gaza

Israel Menggunakan 'Senjata Air' dalam Aksi Genosida Palestina. FOTO: euromedmonitor.org

Berikut beberapa tindakan Israel yang menghancurkan sumber air warga Palestina berdasarkan penelusuran Redaksi Samudrafakta:

Pada Selasa (2/7/2024), Israel membuang limbah ke aliran mata air atau Wadi Al-Auja di utara kota Yerikho. Hal ini mengakibatkan  warga Palestina tidak bisa mendapatkan air minum yang layak. Hassan Mlihat, pengawas umum Al-Baidar, mengatakan bahwa akibat limbah yang dibuang oleh Israel, warga Palestina tidak dapat menggunakan mata air atau berjalan-jalan di sekitarnya.

Polisi setempat juga mengeluarkan tiket bagi pengemudi traktor dari masyarakat Arab Badui yang datang untuk mengambil air dengan mengisi tangki mereka untuk keperluan minum dan memberi minum ternak mereka. “Membuang sampah ke mata air merupakan ancaman terhadap kesehatan masyarakat dalam jangka pendek dan panjang, serta bahaya lingkungan,” kata Mlihat.

Bacaan Lainnya

Dia menegaskan, tindakan Israel melanggar hukum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan hukum humaniter internasional. Pada tahun 2021, Otoritas Israel juga melakukan pelanggaran terhadap hak-hak warga Palestina di Tepi Barat.

Pendudukan Israel menggunakan kelompok pemukim ilegal untuk melakukan kebijakan agresif terhadap tanah penduduk Palestina, khususnya di kawasan Tepi Barat dan tanah Wadi Qana di Deir Istia, distrik Salfit.

Wadi Qana, dengan 12 mata air dan berbagai aliran, dimiliki oleh orang Palestina dan digunakan untuk pertanian serta penggembalaan. Namun, sejak tahun 1978 hingga 1986, beberapa pemukiman Israel didirikan di perbukitan sekitar Wadi Qana, yang kemudian meluas hingga ke bukit-bukit tetangga. Pemukiman ini terus berkembang, dan pos-pos pemukiman Israel juga dibangun di sekitarnya.

Selain Wadi Qana, wilayah Wadi Asta juga sering menjadi sasaran serangan pemukim Israel, seperti penebangan pohon, perusakan peternakan, dan perusakan saluran air yang digunakan untuk menyalurkan air kepada para petani.*

Pos terkait