Pada Februari, media negara Suriah mengatakan Israel berada di balik serangan udara di sebuah bangunan perumahan di Damaskus, yang menewaskan dua orang.
Militer Israel menolak berkomentar tentang serangan tersebut. Namun, negara Zionis ini mengakui bahwa ratusan serangan sebelumnya terhadap target terkait Iran di Suriah.
Israel juga mengakui serangan di selatan Lebanon pada bulan Februari, yang dilaporkan membunuh seorang komandan Hezbollah. Pada bulan Maret, Israel dilaporkan membunuh seorang operator senior Hamas dalam serangan udara juga di selatan Lebanon.
Maret 2024: Puncak Ketegangan
Serangan drone Israel menargetkan sebuah mobil di selatan Lebanon, membunuh setidaknya satu orang.
Militer Israel mengatakan telah membunuh wakil komandan unit roket dan rudal Hezbollah. Sementara Hezbollah mengakui kematian seorang pria, Ali Abdulhassan Naim, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Pada hari yang sama, serangan udara membunuh tentara di dekat Aleppo, utara Suriah, dalam salah satu serangan Israel paling berat di negara itu dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut laporan Syrian Observatory for Human Rights, sebuah kelompok yang berbasis di Inggris yang melacak perang sipil Suriah, serangan tersebut membunuh 36 tentara Suriah, tujuh pejuang Hezbollah, dan seorang Suriah dari milisi pro-Iran,
Militer Israel tidak mengklaim tanggung jawab. Namun, menteri pertahanan negara itu, Yoav Gallant, menulis di media sosial, “Kami akan mengejar Hezbollah di setiap tempat ia beroperasi dan kami akan meningkatkan tekanan dan kecepatan serangan.”
Tiga hari kemudian, pada Senin malam, pesawat tempur Israel menyerang bangunan di Damaskus dalam serangan yang menewaskan tiga komandan Iran papan atas.◼︎





