Langkah inovatif ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menekan emisi karbon sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui penggunaan bahan bakar nabati.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya telah melaksanakan uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50 pada lokomotif kereta api sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program energi bersih dan keberlanjutan nasional.
Uji coba penggunaan Biodiesel B50 ini perdana dilakukan pada lokomotif dengan nomor seri CC206 15 12, yang dilakukan mulai dari proses pencampuran bahan bakar, dilanjutkan dengan pengecekan kondisi sarana, hingga pengujian statis penggunaan bahan bakar pada lokomotif di Depo Lokomotif Sidotopo.
Selanjutnya pengujian penggunaan bahan bakar Biodiesel B50 pada lokomotif dengan nomor seri CC206 15 12 ini juga berlanjut dengan melakukan uji dinamis perdana untuk perjalanan Kereta Api Sembrani relasi Surabaya Pasar Turi s.d Gambir, dan perjalanan Kereta Api Sembrani relasi Gambir s.d Surabaya Pasar Turi, dengan hasil awal menunjukkan bahwa penggunaan biodiesel B50 dapat berjalan dengan baik tanpa mengganggu kinerja operasional lokomotif.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa melalui serangkaian uji coba tahap awal ini pihakny ingin memastikan bahwa penggunaan Biodiesel B50 aman dan andal untuk operasional kereta api.
“Selain itu, ini juga menjadi kontribusi nyata KAI dalam menekan emisi karbon, menciptakan transportasi yang lebih ramah lingkungan, serta sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Lebih lanjut, Mahendro mengungkapkan bahwa uji coba ini akan terus berlanjut dengan durasi pengujian selama enam bulan, dan selama masa uji coba, tim teknis akan melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi maupun ketahanan mesin lokomotif.
“Evaluasi menyeluruh akan terus dilakukan sebelum implementasi lebih luas diterapkan untuk menjamin aspek keselamatan maupun keamanan perjalanan kereta api,” tukasnya.





