Dapat “Hadiah” Konsesi Tambang dari Jokowi, Ketua Umum PBNU: Kami Siapkan Struktur Bisnis dan Manajemen

Ilustrasi.

Di tengah ramai-ramai PBNU menerima Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari Pemerintah, justru ada kisah menarik dari  KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ketua umum PBNU periode 1984 hingga 1999 itu. Saat menjabat presiden, Gus Dur tak pernah memberikan konsesi atau izin tambang kepada pihak mana pun.
“Gus Dur satu-satunya presiden Indonesia yang tidak pernah memberikan konsesi tambang,” demikian unggahan akun Instagram @jaringangusdurian, Rabu, 5 Juni 2024.
Jaringan Gusdurian adalah perkumpulan para pengagum Gus Dur. Di sini tergabung individu, komunitas, hingga organisasi yang merasa terinspirasi oleh teladan nilai, pemikiran, dan perjuangan Gus Dur.

Saat Gus Dur menjabat Presiden RI, dia bersikap progresif karena berani mengamankan hutan Indonesia dari kuasa pertambangan. Citra Gus Dur sebagai presiden Indonesia satu-satunya yang tak memberikan konsesi tambang untuk pengusaha muncul. Keberanian itu bersanding dengan kebijakannya yang menutup perusahaan Indorayon di Sumatera Utara pada 1999.Perusahaan kertas yang beroperasi sedari 1988 dianggap banyak membawa mudarat, ketimbang manfaat. Kehadiran Indorayon diyakini membawa banyak kasus macam pencemaran lingkungan, perampasan lahan, dan penggundulan hutan. Gus Dur tak gentar dan berani menutupnya.♦

 

Bacaan Lainnya

Pos terkait