Benarkah AQUA Mengebor untuk Mendapatkan Air?

Kontras antara citra “air pegunungan alami” dan realitas teknis pengeboran membuat publik bertanya-tanya tentang transparansi sumber air kemasan. — Ilustrasi Samudrafakta
Analisis, kronologi, dan implikasi sumber air dalam kemasan.

Sebuah video sidak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke pabrik AQUA di Subang memicu perdebatan publik: benarkah air kemasan yang kita minum selama ini diambil lewat pengeboran?

Publik dikejutkan oleh video unggahan Dedi Mulyadi di kanal YouTube-nya. Dalam rekaman itu, Dedi terlihat meninjau salah satu pabrik AQUA di Subang dan berdialog dengan staf pabrik yang menyebut bahwa air untuk produksi “diambil dari bawah tanah melalui pengeboran”.

Pernyataan itu memantik tanda tanya besar. Selama puluhan tahun, AQUA dikenal luas sebagai air pegunungan alami. Tapi kalau sumbernya ternyata dari pengeboran, apakah label “air pegunungan” masih layak disematkan?

Bacaan Lainnya

Rekaman berdurasi beberapa menit itu kemudian viral di media sosial. Banyak konsumen merasa perlu penjelasan langsung dari perusahaan yang selama ini mengusung citra kesegaran alam.

Klarifikasi dari Danone Indonesia

Menjawab keresahan publik, Danone Indonesia sebagai produsen AQUA mengeluarkan klarifikasi resmi. Mereka tak membantah adanya proses pengeboran, tetapi menegaskan bahwa sumber airnya tetap berasal dari akuifer alami di pegunungan, bukan air tanah dangkal.

Dalam keterangannya kepada detikHealth pada 24 Oktober 2025, pihak AQUA menyebut sumber air berada di kedalaman antara 60 hingga 140 meter, terlindungi oleh lapisan batuan yang kedap dan tak terpengaruh aktivitas manusia di permukaan.

Proses pengeboran, kata mereka, bukan sekadar membuat sumur, tetapi cara untuk menjangkau lapisan air pegunungan yang tertutup dan tidak bisa diakses langsung dari permukaan.

Mereka juga memastikan bahwa seluruh lokasi sumber air telah melalui kajian geologi, uji kualitas, serta memiliki izin resmi, termasuk Surat Izin Pengusahaan Air Tanah (SIPA). Semua langkah itu, menurut perusahaan, mengikuti prinsip pengelolaan air berkelanjutan.

Antara Fakta Teknis dan Persepsi Publik

Secara teknis, pernyataan bahwa AQUA “mengebor untuk mendapatkan air” memang benar. Namun, istilah “mengebor” di sini, menurut pihak AQUA, bukan berarti mengambil air biasa dari sumur dangkal. Pengeboran, kata mereka, dilakukan untuk mengakses cadangan air pegunungan yang tersimpan di lapisan dalam, bagian dari sistem hidrogeologi alami.

Pos terkait