Bagi-Bagi Bansos sebagai Strategi Pilpres Satu Putaran Tidak Efektif
Sementara itu, Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an, menilai tidak perlu analisa canggih untuk menilai bahwa kebijakan bansos BLT yang dibagikan di tengah masa kampanye sebagai bagian dari strategi penguasa untuk memenangkan capres yang dekat dengan mereka. Ali bahkan terang-terangan menduga jika bansos merupakan strategi pemungkas kubu 02 untuk mewujudkan skenario Pilpres satu putaran.
“Ini bagian dari strategi pemungkas 02, di mana di belakangnya didukung oleh Presiden secara vulgar, bahwa ini agenda satu putaran,” kata Ali, Selasa (30/1) malam.
“Kalau misalnya bansos digelontorkan dengan sangat masif, sementara paslon 01 dan 03 tidak ada kerja politik yang menandingi itu, maka potensi satu putaran terbuka lebar,” kata Ali.
Ali meyakini bahwa elektabilitas setiap Capres-Cawapres tidak datang dari ruang hampa, melainkan dari kerja-kerja politik, sehingga berpengaruh pada dinamika, baik kerja-kerja itu dilakukan lewat darat maupun lewat udara.
“Entah kerja politik di darat atau udara. Entah itu basis isu atau yang lain seperti bansos ini,” kata Ali.
Meski begitu, Ali tak menampik bahwa peran bansos efektif untuk kerja-kerja pemenangan. Sebab, kata dia, bansos bisa mengarah langsung ke jantung pemilih. Apalagi jumlah yang dibagikan juga tak sedikit,” imbuhnya.
Ali mencontohkan, jika keluarga penerima manfaat bansos ada 10 juta dihitung berdasarkan KK, sedangkan satu KK berjumlah empat orang, maka bansos akan menyasar 40 juta orang. Sementara, pemerintah telah mengumumkan jumlah penerima manfaat bansos BLT ada 18,8 juta.
“Katakanlah 10 juta KK, satu KK ada empat orang, itu sama dengan 40 juta pemilih. Jadi, ini sangat efektif untuk kemudian dipakai kerja pemenangan. Kalau lihat polanya, ya,” kata dia.
Ali menyebutkan strategi pemenangan lewat bansos juga memang bukan kali pertama dilakukan. Dia menyebut kemenangan Presiden SBY pada Pilpres 2009 juga absolut karena bansos. Menurut Ali, strategi serupa dilakukan oleh petahana di banyak negara Amerika Latin.
“Ini termasuk strategi pamungkas yang tidak bisa kemudian ditandingi paslon lain. Karena, kalau bicara anggarannya berapa itu, sekitar Rp17-18 triliun. Dan pasti tidak bisa ditandingi paslon lain, baik 01 maupun kosong 03,” kata Ali.
FOTO: Jokowi memastikan bansos pangan beras 10 kg kepada 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) berlanjut hingga Juni 2024. (Foto: Dok. X/@Joko Widodo/Kris – Biro Pers Sekretariat Presiden)





