Bahlil Bakal Stop Impor BBM dari Singapura dan Beralih ke AS-Timteng, Pengamat: Mahal dan Mafia Migas Tak Akan Tinggal Diam

Ongkos Diprediksi Naik

Praktisi senior industri migas, Hadi Ismoyo, mengatakan, terkait renana pengalihan impor ini, hal pertama yang harus menjadi perhatian pemerintah adalah ongkos pengapalan yang berbeda—di mana jarak Jakarta-AS dua kali lipat lebih jauh dari Jakarta-Singapura.

Shipping cost akan jauh lebih mahal. Impor BBM dari Amerika belum tentu lebih ekonomis,” ujarnya, Sabtu, 10 Mei 2025.

Hal kedua yang juga perlu diperhatikan, kata dia, adalah kesesuaian spesifikasi BBM yang ada di AS. Pemerintah dinilainya perlu memastikan apakah kriteria barang yang bakalan dibeli dari Negeri Paman Sam selaras dengan yang biasa dikonsumsi di dalam negeri.

Bacaan Lainnya

“Apakah persis sama dengan yang beredar di sini apa tidak? Ini terkait juga dengan konfigurasi kendaraan yang biasa kita pakai di sini,” terang Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) ini.

Ketiga, faktor harga. Kata Hadi—menurut informasi yang dia dapatkan — dalam mengimpor BBM, biasanya PT Pertamina Kilang Internasional (KPI) melakukan kontrak anual yang bisa diperpanjang lagi, melalui proses tender terbuka.

“Hanya sekali-sekali saja (impor melalui pasar) spot dalam kondisi tertentu. Harga spot akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga kontrak dalam term and condition normal,” terang Hadi.

Untuk itu, dia menyarankan agar impor BBM dari AS nantinya tetap menggunakan kontrak minimal setahun dan bisa diperpanjang—alih-alih membeli dari pasar spot, untuk mendapatkan harga yang lebih masuk akal.

Jumlah Impor Meningkat

Sementara itu, menurut data bea cukai Global Trade Tax (GTT), impor BBM di Indonesia—khususnya jenis gasoline atau bensin — memecahkan rekor tertinggi secara bulanan pada Desember 2024.

Indonesia terpantau mengimpor 475.000 barel gasoline per hari pada Desember, melesat 29 persen dari bulan sebelumnya dan 24% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Secara kumulatif, Indonesia mengimpor 378.500 barel gasoline per hari sepanjang 2024, naik dari 369.000 barel gasoline per hari tahun sebelumnya.***

Pos terkait