Kasus ini bukan hanya soal korupsi proyek jalan bernilai ratusan miliar rupiah, tetapi juga soal seberapa berani lembaga antirasuah menyentuh aktor-aktor yang masih berkuasa dan memiliki kedekatan dengan lingkar kekuasaan pusat, termasuk keluarga mantan presiden.
Penulis: Redaksi Samudrafakta
Anak-anak Sakit karena Gula, Tapi Solusi Masih Diam di Atas Meja
Apakah ini karena kekuatan industri gula terlalu besar untuk disentuh? Atau karena kesehatan publik belum cukup “menguntungkan” untuk diperjuangkan?
Negara Sebenarnya Tak Perlu Menguping Terlalu Dekat
Di zaman ketika telepon genggam lebih jujur daripada buku harian, ruang privat menjadi barang mahal. Dan kalau negara tak tahu cara menjaga jarak, kita bisa kehilangan lebih dari sekadar privasi—kita bisa kehilangan rasa aman.
“Generasi Manis, Masa Depan Pahit”—Anak Muda di Bawah Bayang-Bayang Penyakit Gula
Kementerian Kesehatan menyebutkan, rata-rata konsumsi minuman berpemanis anak muda di Indonesia sudah mencapai 20 liter per orang per tahun.
Ada ‘Gerbong’ Bobby dalam Jalur Gelap Proyek Miliaran—KPK Ungkap Dugaan Korupsi Proyek PUPR Sumut
Penelusuran sejumlah media menunjukkan, tak ada proses seleksi terbuka yang diumumkan secara luas terkait penempatan Topan sebagai Kepala PUPR Sumut.
Tak Diberi Kerja, tapi Disuruh Pergi ke Luar Negeri—Inikah Solusi Pemerintah untuk Pengangguran?
Negara seharusnya bertanya: mengapa anak-anak mudanya lebih memilih pergi daripada tinggal? Mengapa mereka merasa masa depan lebih menjanjikan di negeri asing daripada di tanah air sendiri?
Setelah Gencatan Senjata Iran-Israel: Senjata Diam, Ekonomi Masih Terancam
Diversifikasi ekspor bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Kita tak bisa terus bergantung pada komoditas mentah yang sensitif terhadap harga energi.
Khamenei: Serangan AS Tak Menggoyahkan Nuklir Iran, “Mereka Gagal Capai Tujuan”
Khamenei juga menyebut serangan balasan Iran ke pangkalan udara AS di Qatar sebagai “pukulan telak”, dan memperingatkan bahwa serangan semacam itu bisa terulang jika Iran kembali diserang.
Di Bawah Bayang-bayang Skandal Kuota Haji—Apa yang Dikerjakan Yaqut Saat Ini?
Sejak tak lagi menjabat menteri, Yaqut terlihat lebih tenang. Dia melepas jabatan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor pada awal 2024, digantikan Addin Jauharuddin.
“Swasembada Pangan Jangan Sampai Membunuh Alam!”—Praktisi Tawarkan Jalan Keluar yang Masuk Akal
Hutan yang dibabat untuk keperluan food estate tak hanya kehilangan pohon, tapi juga ekosistem, keanekaragaman hayati, mata air, dan perlindungan alami dari banjir serta longsor.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









