Arus Mudik Lebaran 2025: Pemerintah Siapkan Masjid dan Jembatan Timbang Sebagai Rest Area Alternatif

Kementerian Perhubungan menyiapkan jembatan timbang dan masjid sebagai tempat istirahat pemudik pada Lebaran 2025. Foto:Dephub
Pemerintah menyiapkan sejumlah tempat istirahat bagi para pemudik di sepanjang jalan arteri guna mengurangi risiko kelelahan pengemudi dan memastikan perjalanan lebih aman.

Beberapa lokasi yang bisa dimanfaatkan, antara lain Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau jembatan timbang yang sementara dialihfungsikan, serta masjid-masjid yang telah mendapatkan izin sebagai tempat singgah.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengingatkan para pemudik untuk tidak memaksakan diri saat berkendara. “Kalau lelah, lebih baik istirahat sebentar. Kami telah menyiapkan jembatan timbang sebagai tempat istirahat sementara, dan Kementerian Agama juga telah memberi izin agar masjid-masjid bisa digunakan sebagai tempat beristirahat,” ujar Dudy dalam keterangannya, Rabu, 26 Maret 2025.

Sebanyak 36 UPPKB di berbagai provinsi, mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, hingga Bali, akan difungsikan sebagai tempat istirahat sementara mulai 24 Maret hingga 9 April. Selain itu, terdapat 148 masjid di Pulau Sumatera dan 214 masjid di Pulau Jawa yang siap digunakan oleh pemudik.

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga diminta berperan aktif dalam mendukung kelancaran arus mudik. “Kami berharap pemda bisa menyediakan angkutan feeder, mempertimbangkan kebijakan WFA (Work From Anywhere), menyiapkan rest area, serta mengantisipasi titik rawan kecelakaan dan kemacetan,” tambah Dudy.

==
Pengaturan Lalu Lintas Jalan Tol

Demi kelancaran arus lalu lintas pada pelaksanaan arus mudik Lebaran Tahun 2025, pemerintah akan menerapkan berbagai pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan tol lintas Jawa. Pemudik diimbau untuk mencermati aturan ini agar bisa menyesuaikan jadwal keberangkatan.

Pemantauan arus mudik dilakukan melalui Pusat Informasi Transportasi (Pusintrans) dan Posko Pusat Angkutan Lebaran Kemenhub. Hingga saat ini, pergerakan pemudik di jalur darat tercatat meningkat 30 persen dibandingkan hari biasa.

Kemenhub juga mengandalkan teknologi seperti CCTV dan drone untuk memantau kondisi lalu lintas di berbagai titik strategis, termasuk Pelabuhan Merak, Bakauheni, serta ruas tol di Jabodetabek. Data dari Pusintrans digunakan untuk berkoordinasi dengan kepolisian dalam penerapan rekayasa lalu lintas, seperti contraflow dan one way, guna mengurai kemacetan.

Dalam rapat koordinasi dengan Posko Angkutan Lebaran Kemenhub, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) mengapresiasi kesiapan pemerintah dalam mengawal arus mudik. “Persiapannya lebih matang, inovasi di lapangan juga bagus. Walaupun jumlah pemudik meningkat, kita harus memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Sekretaris Jenderal Novie Riyanto, Dirjen Perkeretaapian Risal Wasal, serta Plt. Dirjen Perhubungan Darat Ahmad Yani.***

Pos terkait