Republik Albania mencatat sejarah baru dengan mengangkat menteri berbasis kecerdasan buatan (AI) pertama di dunia. Perdana Menteri Edi Rama resmi menunjuk “Diella” sebagai anggota kabinet pada Jumat, 12 September 2025.
___________
Dilansir France 24 dan Arab News, Rama menegaskan Diella akan memimpin pemberantasan korupsi dengan cara inovatif dan transparan. “Ia kebal terhadap suap, ancaman, dan upaya menjilat,” kata Rama.
Menurut laporan Reuters dan Associated Press, Sabtu (13/9), nama Diella berarti “matahari” dalam bahasa Albania, dengan bentuk feminin.
Sejak Januari 2025, Diella hadir sebagai asisten virtual berwujud perempuan berkostum tradisional Albania. Ia membantu masyarakat mengakses layanan di platform e-Albania, termasuk dokumen dan layanan resmi.
Data resmi menunjukkan Diella telah membantu warga mengakses sekitar 1 juta dokumen digital, memproses lebih dari 36.600 dokumen, dan memberi hampir 1.000 layanan publik.
Kini, perannya naik ke level kabinet dengan misi utama: memastikan tender publik terbebas dari praktik korupsi. Rama menyebutnya sebagai “anggota kabinet yang tidak hadir secara fisik,” tetapi punya mandat kuat.
Korupsi memang menjadi masalah kronis di Albania, negara berpenduduk 2,8 juta jiwa yang tengah berupaya bergabung dengan Uni Eropa. Tender publik disebut sebagai salah satu sumber praktik korupsi terbesar.
Partai Sosialis pimpinan Rama baru saja memenangkan masa jabatan keempat. Ia menargetkan Albania bisa menyelesaikan proses negosiasi keanggotaan Uni Eropa pada 2027, dengan janji membawa negara itu menjadi anggota penuh dalam lima tahun mendatang.***





