Riset terbaru ini menegaskan bahwa komposisi mikroplastik dalam air hujan Surabaya masih didominasi fiber, mengindikasikan pengaruh kuat dari pembakaran sampah dan aktivitas kendaraan.
Temuan ini menjadi peringatan dini bagi Surabaya. Air hujan yang selama ini dianggap bersih tak lagi steril. Para peneliti mendesak kewaspadaan. Secara khusus, mereka menilai edukasi publik dan pembatasan pembakaran sampah perlu diperkuat sebelum risiko kesehatan meningkat.***




