Pakar Unair Soroti Ancaman Mikropolutan

Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Tempat Penampungan Sampah (TPS) di Surabaya. - Diskominfo Surabaya
Krisis iklim dan pencemaran mikroplastik dinilai menjadi ancaman nyata bagi Indonesia. Pakar lingkungan Unair mengingatkan pentingnya aksi sejak tingkat rumah tangga.

Pakar lingkungan dari Universitas Airlangga, Nur Indradewi Oktavitri, mengingatkan bahwa persoalan lingkungan tidak lagi bisa dipandang sebagai isu masa depan. Krisis iklim, pencemaran sampah, hingga munculnya mikropolutan kini menjadi tantangan yang harus segera dihadapi bersama.

Dosen Fakultas Sains dan Teknologi yang akrab disapa Nio itu mengatakan kondisi lingkungan saat ini semakin tertekan akibat meningkatnya kebutuhan energi seiring pertumbuhan jumlah penduduk. Di sisi lain, ketersediaan energi konvensional terus berkurang sehingga diperlukan percepatan pemanfaatan energi alternatif.

Bacaan Lainnya

Menurut Nio, tenaga surya maupun pengolahan sampah menjadi bio oil dapat menjadi salah satu solusi untuk menjawab kebutuhan energi sekaligus mengurangi beban lingkungan.

Mikroplastik Kian Mengkhawatirkan

Nio menilai persoalan sampah masih menjadi akar berbagai masalah lingkungan. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah akan mencemari udara, air, dan tanah serta mengancam kualitas hidup masyarakat.

“Contohnya saat ini mikroplastik sudah banyak tercemar baik itu udara, air, dan lainnya sehingga dapat merusak estetika serta keberlanjutan hidup manusia di masa mendatang. Penyebab akar masalah ini terpusat pada budaya pengelolaan sampah yang kurang serius di sisi hilir masyarakat sebagai penghasil sampah,” ujar Nio, Sabtu (6/6/2026).

Ia juga menyoroti ancaman mikropolutan, yakni zat pencemar berukuran sangat kecil yang hingga kini belum banyak mendapat perhatian di Indonesia.

Menurutnya, mikropolutan berpotensi terakumulasi di lingkungan dalam jangka panjang dan menimbulkan dampak yang lebih besar apabila tidak ditangani sejak dini.

Adaptasi Hadapi Cuaca Ekstrem

Selain pengurangan sampah, Nio menekankan pentingnya mitigasi perubahan iklim. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan prakiraan cuaca untuk membantu masyarakat beradaptasi terhadap kondisi cuaca yang semakin tidak menentu.

Pos terkait