Ujangbet Menyamarkan Uang Judi Lewat Pulsa

Bareskrim Polri menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus judi online Ujangbet, Jumat (14/8/2026). (Samudrafakta/Anwar H.)

Pulsa deposit pemain diputar kembali melalui distributor, agen, dan toko pulsa. Skema tersebut mencatat transaksi lebih dari Rp890 miliar dalam setahun.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Wira Satya Triputra mengungkap cara jaringan Ujangbet mengubah deposit judi menjadi perdagangan pulsa. Pulsa dari pemain dikumpulkan, dijual kepada distributor di Indonesia, lalu diedarkan kembali melalui agen dan toko pulsa.

“Ini adalah kasus pertama yang mungkin cukup unik,” kata Wira dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Dalam skema tersebut, pemain Ujangbet tidak harus menggunakan rekening bank atau dompet digital. Mereka cukup memindahkan pulsa ke nomor telepon yang dicantumkan dalam situs.

Bacaan Lainnya

Kasubdirektorat III Kejahatan dan Kekerasan Bareskrim Polri Komisaris Besar Dony Alexander mengatakan pulsa yang masuk diubah menjadi koin pada akun pemain. Koin itu kemudian digunakan untuk memasang taruhan.

“Setelah masuk ke dalam rekening ataupun juga top up pulsanya, akan mendapatkan koin,” kata Dony. “Koin inilah yang dipergunakan untuk melakukan permainan perjudian online tersebut.”

Dari Pulsa Menjadi Rupiah

Server Ujangbet disebut berada di Kamboja. Setelah menerima deposit, administrator yang dikendalikan dari negara tersebut mengumpulkan pulsa para pemain.

Administrator lalu berkomunikasi dengan jaringan di Indonesia yang mempunyai akses ke agen dan distributor pulsa. Polisi menemukan jalur distribusi tersebut di Batam, Medan, dan Pekanbaru.

Pulsa hasil deposit kemudian dijual kepada distributor. Dari sana, pulsa dialirkan kembali kepada agen dan toko sebelum akhirnya beredar kepada konsumen seperti transaksi pulsa biasa.

Skema itu memungkinkan nilai taruhan berpindah dari pulsa menjadi rupiah. Polisi menduga perdagangan pulsa tersebut digunakan untuk menyamarkan hasil perjudian daring.

Namun, Bareskrim belum menjelaskan harga pembelian pulsa dari administrator ataupun harga penjualannya kepada distributor. Tanpa data itu, margin yang diterima setiap lapisan jaringan belum dapat dihitung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan