Kiamat Uang 2036: Motif Tersembunyi Musk dan Aset Kripto

Elon Musk dalam wawancara eksklusif bersama Pemimpin Redaksi The Economist, Zanny Minton Beddoes, pada Kamis (23/7/2026). (Tangkapan layar Youtube The Economist). 

Elon Musk memprediksi kiamat uang pada 2036 akibat dominasi kecerdasan buatan. Klaim ini mencuat di tengah kepemilikan aset kripto triliunan rupiah.


​Pemilik Tesla dan SpaceX, Elon Musk, memprediksi uang tak lagi memiliki arti penting bagi umat manusia pada 2036. Miliarder ini meyakini dunia segera memasuki era berlimpah berkat lompatan teknologi kecerdasan buatan dan robotika.

​Hal itu diungkapkan Musk dalam wawancara eksklusif bersama Pemimpin Redaksi The Economist, Zanny Minton Beddoes, pada Kamis (23/7/2026). Ia mempertanyakan relevansi alat tukar konvensional di masa depan ketika semua kebutuhan dasar terpenuhi secara otomatis.

​”Untuk apa kamu membutuhkan uang? Uang digunakan untuk mendapatkan barang dan jasa, seperti makanan, tempat tinggal, transportasi, dan hiburan,” ujar Musk.

Bacaan Lainnya

​Saat ini, Musk berstatus sebagai manusia terkaya di dunia. Majalah Forbes mencatat nilai kekayaannya menyentuh USD725,1 miliar atau setara Rp13.050 triliun, yang sebagian besar bersumber dari kepemilikan saham di Tesla dan SpaceX.

​Sebelumnya, Musk memiliki rekam jejak penetapan target waktu yang kerap meleset. Tokoh teknologi berpengaruh ini terbiasa mematok tenggat yang sangat optimistis, kendati pada akhirnya gagal direalisasikan sesuai jadwal.

​Mata Uang Sejati Versi Musk

​Ihwal alat tukar masa depan, Musk menegaskan pandangannya mengenai aset riil yang tidak dapat direkayasa. Ia menilai uang kertas yang diterbitkan negara sangat rentan dimanipulasi nilainya secara sepihak oleh otoritas.

​”Energi adalah mata uang sejati,” kata Musk.

​Pernyataan tersebut memantik spekulasi publik mengenai dukungan diam-diam sang miliarder terhadap ekosistem aset kripto. Terlebih, SpaceX diketahui menyimpan 18.712 Bitcoin, disusul oleh Tesla yang mengamankan 11.509 Bitcoin di brankas digitalnya.

​Selain itu, total nilai kepemilikan dari kedua entitas teknologi tersebut ditaksir menembus USD2 miliar. Perhitungan ini mengacu pada kisaran harga wajar pasar sebesar USD65.000 per koin Bitcoin.

​Musk menambahkan, perlombaan pengembangan kecerdasan buatan global ikut memicu lonjakan harga emas, perak, serta Bitcoin. Padahal, tren pergerakan harga Bitcoin sempat mendatar dan merosot tajam di bawah USD65.000 pada Februari lalu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan