Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai situasi memanas antara Polri, Kejaksaan Agung, dan TNI sebagai perang antarinstansi yang sangat serius. Ia mendesak Presiden segera mengambil langkah bersih-bersih besar dalam pemberantasan korupsi.
Ketegangan antarlembaga penegak hukum semakin memanas. Analis komunikasi politik Hendri Satrio menyebut situasi saat ini sudah seperti “perang antarinstansi” yang sangat gawat.
“Sudah seperti perang antarinstansi, antar aparat, makin aneh, benar-benar gawat, kelas berat,” tegas Hendri Satrio, Kamis (9/7/2026).
Pernyataan itu menyikapi penggeledahan aset Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah oleh Polri, yang kemudian diikuti penjagaan ketat oleh TNI di kediamannya. Hensa meyakini Presiden Prabowo menyadari betul dinamika ini dan sedang menyiapkan bersih-bersih besar.
“Saya yakin antarinstansi seperti ini presiden pasti tahu. Dan kita apresiasi langkah presiden ini. Semoga korupsi memang bisa diberantas di negeri ini,” lanjutnya.
Ia juga menyindir pihak-pihak yang diduga terlibat. “Mungkin yang bercerita tentang amplop kemarin bisa jadi mesti siap-siap tuh. Makanya baiknya mundur dulu,” pungkas Hensa.
Penggeledahan dan Penjagaan TNI
Penggeledahan dilakukan Kortas Tipikor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya di eks restoran de’ CLAN Signature dan Poin Money Changer di Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026). Langkah ini bagian dari penyidikan kasus korupsi batu bara yang diduga rugikan negara hingga Rp5 triliun.
Keesokan harinya, kediaman Febrie Adriansyah dijaga prajurit TNI bersenjata. Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas menegaskan penjagaan tersebut murni permintaan Kejaksaan Agung berdasarkan Perpres Nomor 66 Tahun 2025 tentang perlindungan jaksa. Ia membantah isu intervensi militer.
Sementara itu, Polri tetap melanjutkan penyidikan. Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto menyebut penggeledahan di 12 lokasi sebagai bagian joint investigation kasus korupsi dan pencucian uang, termasuk skandal PT Asabri dan PT Krakatau Steel.





