Pete Hegseth memecat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George di tengah operasi militer aktif melawan Iran — langkah yang nyaris tanpa preseden dalam sejarah militer modern AS.
Pemecatan jenderal aktif saat perang sedang berlangsung hampir tidak pernah terjadi dalam sejarah militer Amerika Serikat. Tapi itulah yang dilakukan Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada Kamis (2/4/2026), ketika ia meminta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George mundur dan pensiun seketika.
“Jenderal Randy A. George akan pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41 efektif segera. Departemen Perang berterima kasih atas pengabdian puluhan tahun beliau untuk bangsa ini,” kata juru bicara Pentagon Sean Parnell dalam pernyataan di X, dikutip Reuters, Kamis (2/4/2026).
George masih memiliki masa tugas lebih dari setahun ketika dicopot. Tidak ada alasan resmi yang diberikan.
Tiga Jenderal Dicopot Sekaligus
Bersamaan dengan pemecatan George, Hegseth juga memecat Jenderal David Hodne, Komandan Army Transformation and Training Command, dan Mayor Jenderal William Green, Kepala Korps Pendeta Angkatan Darat. Ketiganya dicopot tanpa penjelasan publik.
Posisi George untuk sementara diisi oleh Jenderal Christopher LaNeve — mantan ajudan militer pribadi Hegseth dan eks komandan Divisi Lintas Udara ke-82 — yang kini sedang mengirimkan pasukannya ke Timur Tengah dalam rangka operasi militer melawan Iran.
Kedekatan dengan Era Biden Jadi Soal
Tidak ada konflik terbuka yang tercatat antara Hegseth dan George. Namun, menurut CBS News, yang pertama kali melaporkan pemecatan ini, Hegseth menginginkan seseorang yang akan mengimplementasikan visi Trump dan dirinya untuk Angkatan Darat.
George diangkat oleh Presiden Biden pada 2023. Sebelum menjadi Kepala Staf, ia menjabat sebagai asisten militer senior Menteri Pertahanan era Biden, Lloyd Austin — kedekatan yang menurut sejumlah sumber dalam Pentagon menjadi “catatan merah” bagi Hegseth, meski tidak pernah dikonfirmasi resmi.
George adalah veteran berpengalaman yang bertugas dalam Operasi Desert Shield, Desert Storm, Perang Irak, dan Afghanistan sejak mendapat komisi dari West Point pada 1988.
Gelombang Pemecatan di Bawah Hegseth
George bukan yang pertama. Sejak Trump kembali menjabat, Hegseth telah memecat lebih dari selusin perwira tinggi militer, termasuk Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal C.Q. Brown, Kepala Operasi Angkatan Laut Laksamana Lisa Franchetti, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Jenderal James Slife, dan Kepala Badan Intelijen Pertahanan Letjen Jeffrey Kruse.





