Sejumlah sekutu utama NATO dan negara Teluk resmi memblokir akses militer Amerika Serikat.
Pemerintah Amerika Serikat mulai menghadapi isolasi dari para sekutu terdekatnya. Gelombang penolakan penggunaan pangkalan militer dan wilayah udara terus meluas di tengah perang melawan Iran.
Spanyol menjadi salah satu negara pertama yang menutup pintu bagi militer Amerika. Menteri Pertahanan Margarita Robles menegaskan Pangkalan Rota dan Moron tidak boleh digunakan untuk operasi perang tersebut.
“Hal ini telah disampaikan dengan sangat jelas kepada militer Amerika dan pasukan asing sejak awal,” ujar Margarita Robles selaku Menteri Pertahanan Spanyol di Madrid, Senin (30/3/2026).
Langkah serupa diikuti oleh Italia yang melarang pendaratan pesawat Amerika di Sisilia. Pemerintah Italia merasa geram karena pesawat militer tersebut masuk ke wilayah mereka tanpa izin otorisasi sebelumnya.
Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto mengambil tindakan tegas dengan menutup akses Pangkalan Sigonella. Pihak Italia menyatakan tidak ada pembicaraan resmi terkait transit militer tersebut hingga saat ini.
Prancis juga tidak tinggal diam dengan menolak izin terbang pesawat pengangkut senjata. Presiden Donald Trump secara terbuka meluapkan kekecewaannya di media sosial atas sikap tidak membantu dari Prancis.
“Prancis tidak mengizinkan pesawat yang menuju Israel terbang di atas wilayahnya. Amerika Serikat akan mengingatnya,” tulis Donald Trump di akun Truth Social miliknya, Selasa (31/3/2026).
Keretakan di Tubuh NATO
Sikap negara-negara Eropa ini memicu ketegangan diplomatik yang sangat serius di internal NATO. Menteri Luar Negeri Amerika Marco Rubio mengkritik tajam sikap para sekutu yang dinilai hanya mau dibela saat sulit.
Menurut Marco Rubio hal tersebut bukan merupakan sebuah pengaturan aliansi yang baik bagi negaranya. Namun pihak Gedung Putih meremehkan bantuan Spanyol dan mengklaim militer mereka masih unggul di lapangan.
Di sisi lain Austria juga menutup wilayah udaranya bagi kepentingan militer Washington. Penolakan ini didasari oleh hukum netralitas negara yang sudah dianut secara konsisten sejak tahun 1955 silam.
Gejolak di Wilayah Timur Tengah
Situasi di kawasan Teluk ternyata tidak kalah pelik bagi kekuatan militer Amerika Serikat. Kuwait dan Bahrain dilaporkan telah menutup total wilayah udara mereka dari aktivitas penerbangan militer asing.





