Penegakan kebijakan Zero ODOL sejak awal Juni 2025 memicu aksi mogok massal sopir truk di berbagai daerah. Mengguncang rantai pasokan pangan nasional dan membuka tabir rapuhnya sistem distribusi ekonomi Indonesia—yang selama ini bergantung pada praktik angkutan berlebih.
__________
Pada suatu pagi yang biasanya sibuk di Tol Soroja, Bandung, ribuan truk parkir diam. Mesin-mesin yang biasanya meraung membawa logistik kini membisu. Bukan karena rusak atau kecelakaan, tapi karena protes.
Para sopir menolak melanjutkan perjalanan. Mereka mogok.
Sejak awal Juni 2025, pemerintah mulai menegakkan kebijakan “Zero ODOL”—singkatan dari Over Dimension Over Loading. Tujuannya untuk memberantas praktik truk yang kelebihan muatan atau dimensi yang telah lama menjadi biang kerok kerusakan jalan dan kecelakaan.
Namun, seperti banyak kebijakan teknokratis lainnya, implementasinya tak semudah menurunkan pasal-pasal ke jalan raya.
Para sopir tidak sekadar marah. Mereka mengaku tercekik.
Dalam sistem logistik yang belum siap berubah, justru truk ODOL selama ini yang jadi tulang punggung distribusi barang—termasuk pangan. Banyak perusahaan logistik menetapkan tarif berdasarkan jumlah barang yang diangkut, bukan jumlah ritase. Ketika kapasitas muat dibatasi secara ketat, penghasilan para sopir langsung merosot tajam.
Seorang sopir dari Semarang mengaku harus merogoh Rp2,1 juta untuk biaya penyebrangan kapal, padahal dengan muatan sesuai aturan, ia hanya memperoleh pendapatan Rp1,6 juta. Logika semacam ini membuat para sopir merasa tak hanya dirugikan, tapi juga dipaksa memilih antara bertahan hidup atau menjadi kriminal.
Penegakan hukum Zero ODOL dilakukan serentak, tanpa masa transisi ekonomi yang cukup. Aparat mulai melakukan tilang massal, bahkan menyita truk yang melanggar.
Dalam beberapa hari, ribuan kendaraan berat disetop di jalan-jalan utama Jawa, dari Kudus hingga Surabaya. Dampaknya? Lebih luas daripada yang dibayangkan.
Rantai Pasokan Pangan Terputus
Salah satu dampak paling nyata dari aksi mogok ini adalah pada pasokan pangan.





