BGN Tegaskan MBG Bukan Sembako, Klaim Tak Pernah Bagikan Bahan Mentah

Eks Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana. | Tangkapan Layar Youtube Setpres
Program MBG bukan untuk membagi bahan mentah, tegas Kepala BGN Dadan Hindayana. Ia menyebut hanya satu dari 1.885 SPPG yang keliru tafsir, sementara MBG tetap fokus pada pemberian makanan siap saji bernutrisi, bukan bahan pangan mentah.

__________

Isu tentang pembagian bahan mentah dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat ke ruang publik. Foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan beras, ikan asin, telur puyuh, hingga biskuit dan minuman instan—semua diklaim sebagai bagian dari paket MBG untuk siswa di wilayah Tangerang Selatan.

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, tegas membantah adanya kebijakan seperti itu. Ia memastikan bahwa program MBG tidak pernah dirancang untuk menyalurkan bahan mentah, apalagi makanan ultra-proses yang tidak memenuhi standar intervensi gizi.

Bacaan Lainnya

“Tidak pernah ada kebijakan menyalurkan bahan baku, karena program kita adalah program makan bergizi gratis. Ini intervensi gizi, bukan bagi-bagi bahan mentah,” ujar Dadan saat ditemui di IPDN, Jatinangor, Selasa malam, 24 Juni 2025.

Menurut Dadan, apa yang terjadi di lapangan hanyalah kasus penyimpangan interpretasi yang dilakukan oleh satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari total 1.885 unit yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kalau satu berbeda, itu artinya yang satu ini yang salah. Yang lain solid memahami prosedur. Jangan digeneralisasi,” tegasnya.

Ia menduga kekeliruan itu muncul karena sekolah sedang memasuki masa libur, sehingga pengelola berinisiatif memberikan bahan tahan lama—yang justru bertentangan dengan prinsip MBG. 

Pos terkait