Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta HKTI mengawal empat program prioritas Presiden Prabowo di sektor pertanian—swasembada pangan, hilirisasi, biofuel, dan MBG—serta mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah demi meningkatkan kesejahteraan petani.
__________
Di tengah suasana hangat pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) 2025, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan pesan yang jelas dan penuh semangat: HKTI harus berdiri di garda depan untuk mengawal empat program unggulan Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian.
“Intinya, bagaimana kita merealisasikan visi-visi Bapak Presiden, khususnya di sektor pertanian,” kata Mentan saat jumpa pers di Jakarta, Selasa malam.
Empat program strategis itu mencakup swasembada pangan, hilirisasi komoditas pertanian, pengembangan biofuel berbasis pertanian, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keempatnya diyakini menjadi penopang utama agenda besar Presiden Prabowo dalam meningkatkan nilai tambah pertanian sekaligus kesejahteraan petani nasional.
Mentan menekankan pentingnya peran HKTI dalam memastikan setiap program tersebut berjalan menyentuh akar persoalan petani. Salah satu caranya adalah dengan mendorong pengembangan komoditas unggulan berbasis potensi lokal.
“Setiap daerah punya keunggulan masing-masing. Kita perlu fokus. Di Aceh dan Toraja misalnya, kita kuat di kopi. Di Sumbawa ada pala, Luwu Raya dengan kakao, dan Sultra punya mente,” jelas Amran.
Pemerintah, kata dia, tak bisa bekerja sendiri. Di sinilah HKTI menjadi mitra strategis. Kehadiran Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, yang disebut-sebut akan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum HKTI, diyakini akan memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi petani. Kolaborasi ini dianggap krusial untuk mengawal keberhasilan program-program strategis di lapangan.
Dalam kesempatan itu, Amran juga menyampaikan capaian penting: Nilai Tukar Petani (NTP) kini menyentuh angka 121, tertinggi sepanjang sejarah. “Dulu 100, naik ke 106, sekarang 121. Dan pertumbuhan PDB sektor pertanian 10,5 persen—juga tertinggi,” ungkapnya.





