BGN Tegaskan MBG Bukan Sembako, Klaim Tak Pernah Bagikan Bahan Mentah

Eks Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana. | Tangkapan Layar Youtube Setpres

“Mungkin mereka mikirnya praktis. Mau libur, ya dikasih bahan yang awet. Tapi itu bukan kebijakan kami,” katanya.

Dalam situasi libur sekolah, lanjut Dadan, MBG tetap bisa berjalan jika siswa bersedia datang ke sekolah, walau hanya seminggu sekali. Saat hadir, siswa akan diberi makan bergizi segar, dan dibekali makanan siap saji untuk dua hari ke depan—seperti telur rebus, buah, susu, kacang-kacangan, atau kue kering yang telah diperkaya gizi. 

“Tapi tetap, bukan bahan mentah,” tegasnya sekali lagi.

Bacaan Lainnya

Bagi daerah yang tak memungkinkan sekolah dibuka, Dadan mengakui MBG untuk siswa memang akan berhenti sementara. Namun, layanan tetap diberikan untuk ibu hamil, menyusui, dan balita. Mereka tetap mendapat paket makan bergizi, dikirim langsung ke rumah atau melalui posyandu—dan ini berlangsung enam hari seminggu, tanpa mengenal hari libur.

Dadan mengajak masyarakat untuk tidak tergiring opini sesat akibat satu kasus yang tidak mewakili keseluruhan sistem. Ia menyatakan, program MBG punya misi besar: menekan angka stunting dan memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat dan cerdas.

“Satu kasus tidak bisa dijadikan dasar untuk meragukan program besar ini. Jangan kita sia-siakan niat baik karena interpretasi yang keliru,” pungkasnya.

Jika diinginkan, saya bisa bantu membuat versi untuk siaran pers atau materi klarifikasi resmi yang singkat dan padat.***

Pos terkait