Penjaringan bakal calon Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten untuk periode 2025 – 2029 resmi dibuka. Sembilan Guru Besar (Gubes) internal UIN SMH mencalonkan diri. Dari sembilan nama calon, ada satu calon perempuan, yaitu Prof. Suryani.
__________
Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Rektor, Masykur, mengapresiasi ada perempuan yang berani mencalonkan diri sebagai Rektor—mengingat belum pernah ada perempuan yang maju dalam bursa pemilihan sebelumnya.
“Saya sangat senang dan mengapresiasi kepada bakal calon rektor perempuan, karena selama ini belum pernah ada perempuan yang mencalonkan,” kata dia, Kamis, 1 Mei 2025.
Menurut Masykur, pihak panitia secara aktif memberikan motivasi kepada para guru besar perempuan untuk turut serta mencalonkan diri.
“Saya sebagai panitia telah memberi motivasi kepada Guru Besar perempuan dan alhamdulillah ada satu yang mencalonkan,” lanjutnya.
Mewujudkan Positive Vibes Bagi Perempuan
Suryani, perempuan asal Aceh ini, menyatakan jika keterlibatannya dalam pemilihan rektor merupakan bagian dari semangat untuk mewujudkan pemikiran tokoh emansipasi, R.A. Kartini.
“Warisan Kartini menginspirasi banyak perempuan untuk terus berkiprah, memiliki kompetensi diri, pemikiran terbuka, dinamis, mudah beradaptasi dengan perkembangan dunia digital, iptek dan teknologi informasi. Perempuan saat ini tidak saja mengurusi tugas domestiknya, namun berhak juga menjadi calon masa depan. Kiprah perempuan telah menempatkannya di berbagai posisi strategis baik bidang ekonomi, politik, dunia industri dan pendidikan”, ujarnya, kepada Samudra Fakta, Sabtu, 3 Mei 2025.
Menurut guru besar bidang Ilmu Ekonomi Islam ini, pengarusutamaan gender dalam transformasi sosial dapat diwujudkan pada akses kepemimpinan perempuan di perguruan tinggi.
“Kesetaraan gender harus terus dibangun secara responsif, agar perempuan dapat berkontribusi. Kampus bukan sekadar tempat untuk menyiapkan SDM dengan bekal ilmu pengetahuan, tetapi juga pondasi memperjuangkan atmosfer inklusif bagi semua individu tak terkecuali perempuan. Kebijakan akademiik yang responsif gender mampu memberikan pengaruh positif yang signifikan bagi perempuan dalam menggapai impian dan aspirasinya,” jelas dia.
Alumnus MANPK Surakarta ini juga menyampaikan apresiasi kepada panitia seleksi, “Saya mengapresiasi tim panitia seleksi pemilihan bakal calon Rektor UIN SMH Banten periode 2025-2029 yang telah membuka akses kesempatan bagi saya untuk berpartisipasi dalam tahapan seleksi. Hal ini sebagai bukti konkrit komitmen kita bersama dalam mengawal gerak perjuangan kesetaraan gender yang lebih setara, progresif dan inklusif di dunia kampus, ” tandasnya.
Untuk diketahui, panitia seleksi bakal melaksanakan proses verifikasi berkas berlangsung selama tujuh hari, dari 2 – 8 Mei 2025. Proses ini merujuk pada regulasi Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 68/2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor dan Ketua pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Khususnya Pasal 3 yang memuat persyaratan umum dan khusus bakal calon rektor.
Tahapan selanjutnya adalah penyerahan hasil seleksi ke Rektor UIN SMH Banten, lalu dilanjutkan ke Kementerian Agama RI melalui Panitia Seleksi yang ditunjuk oleh Menteri Agama RI. ***





