Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, mengeluarkan usulan kebijakan mewajibkan vasektomi bagi pria sebagai syarat untuk menerima bantuan sosial (bansos) dan beasiswa bagi keluarga prasejahtera. Dia berdalih, kebijakan ini demi mengendalikan jumlah penduduk miskin di Jabar. Namun, banyak kritik menyasar rencana ini.
__________
Kebijakan Dedi itu diumumkan pada Selasa, 28 April 2025, dalam rapat koordinasi “Gawé Rancagé Pak Kadés jeung Pak Lurah” di Pusdai Jawa Barat.
Di sela acara tersebut, Dedi menyatakan jika ke depannya bansos dari Pemerintah Provinsi Jabar hanya bakal disalurkan untuk keluarga miskin yang bersedia menjalani vasektomi—yaitu metode kontrasepsi permanen untuk pria.
Klaim untuk Kendalikan Jumlah Penduduk
Dedi mengeklaim memilih kebijakan tersebut karena lonjakan jumlah penduduk Jabar cukup tinggi, mencapai lebih dari 50 juta jiwa. Untuk itu, katanya, fenomena ini perlu perhatian serius.
Kata Dedi, pertumbuhan populasi yang tak terkendali bisa menyebabkan ketimpangan distribusi ekonomi, kemiskinan struktural, dan tekanan pada pelayanan publik.
“Kami sudah terlalu lama lunak dalam kebijakan kependudukan. Saatnya mengambil langkah tegas,” kata dia, menjawab pertanyaan wartawan tentang alasan kebijakannya itu, di Gedung Sate, Jumat, 2 Mei 2025.
Program yang dinamakannya “Bansos Terkendali” itu, menurut dia, bakal mengutamakan efektivitas distribusi bantuan.
“Kami ingin memastikan bansos tidak digunakan untuk menopang gaya hidup tak terencana. Pemerintah hanya akan mendukung keluarga yang siap menjaga kualitas hidupnya, bukan sekadar memperbanyak anak,” imbuhnya.
Uji Coba Mulai Juni 2025
Dedi pun menyebut kebijakan ini bakal diuji coba mulai Juni 2025 di lima kabupaten dengan kepadatan penduduk tinggi dan angka kemiskinan signifikan, yaitu Bogor, Cianjur, Indramayu, Garut, dan Tasikmalaya. Penerima bansos baru bakal diminta menunjukkan bukti surat keterangan medis telah melakukan vasektomi sebagai salah satu prasyarat administratif.
Keluarga yang sudah punya tiga anak atau lebih dianggap sebagai prioritas yang disarankan agar ikut program vasektomi. Mereka dijanjikan mendapat insentif tambahan berupa bantuan tunai dan penghapusan tunggakan layanan dasar tertentu.





