Riefian Fajarsyah atau Ifan Seventeen ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN). Banjir kritik mengiringi penunjukan vokalis band Seventeen itu. Dia dinilai tidak cocok menduduki jabatan tersebut.
Salah satu pengkritik Ifan adalah sutradara film kawakan Indonesia, Joko Anwar.
“Setelah kita tahu posisi PFN di perfilman Indonesia, baru kita tahu siapa yang seharusnya menjabat. Kalau kita berdebat cocok atau tidak cocoknya, ya, tentu kalau dari kasat mata, logically, orang yang menjabat sebagai Dirut PFN paling tidak orang yang punya pengalaman, bukan hanya produksi,” kata Joko Anwar, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 13 Maret 2025.
“Tidak harus orang film juga,” lanjutnya, “tapi orang yang rekam jejaknya menunjukkan, pertama, harus punya pengetahuan cukup bagi perfilman. Kedua, punya akuntabilitas tinggi. Dua itu, Ifan (Seventeen) punya apa enggak?”
Menurut Joko, sejauh ini Ifan Seventeen tidak pernah berbicara soal film. Secara rekam jejak, kata Joko, penunjukan Ifan juga dinilainya tak menunjukkan keselarasan dengan apa yang dibutuhkan perfilman Indonesia.
Menanggapi kritik itu tersebut, Ifan mengeklaim jika sebenarnya dia juga orang film, hanya saja publik tidak tahu.
“Banyak publik yang belum tahu. Sebenarnya, dari tahun 2019 aku itu udah punya PH, production house,” kata Ifan, di Kantor PFN, Jakarta Timur, Jumat, 14 Maret 2025.
Ifan juga mengeklaim jika dia masih aktif di industri perfilman bersama rekan-rekannya.
“Di tahun 2021 aku tuh pernah memproduksi film, executive producer, salah satu film yang paling laku di OTT (over the top) yang dimiliki pemerintah Indonesia sampai saat ini ya,” ujar Ifan.
“Itu di 2020, kita juga produksi, saya juga sebagai executive producer. Memproduseri sebuah film. Salah satu film, namanya film Kemarin. Jadi, terus sampai saat ini juga aku masih sama teman-teman itu masih aktif di production house,” tambahnya.
Sebelumnya, Head of Corporate Secretary PT Produksi Film Negara (Persero) Ihsan Chairdiansyah memberikan penjelasan terkait penunjukan Ifan Seventeen sebagai Dirut PFN. Ifan, kata Ihsan, pernah menjadi produser film dan aktor, termasuk berperan dalam film Sukep: The Movie (2019) dan Kemarin (2021), serta menjadi Eksekutif Produser di film Kau dan Dia di tahun 2021.
Selain itu, kata Ishsan, Ifan juga pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi (Bakominfo) Gerakan Ekonomi kreatif Nasional.
Ihsan bilang, PFN saat ini tengah menjalani transformasi untuk menjadi perusahaan fasilitasi konten dan film Indonesia yang tidak hanya berfokus pada produksi film layar lebar. Di bawah kepemimpinan Ifan, PFN diharapkan dapat melanjutkan langkah-langkah yang telah dimulai oleh kepemimpinan sebelumnya, dengan fokus pada penguatan sisi konten.***





