Perayaan Harlah Muslimat NU ‘Dimajukan’, Rencananya Presiden Jokowi Beri Sambutan

JAKARTA—Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa bakal mengumpulkan jamaah Muslimat NU di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Jumat-Sabtu, 19-20 Januari 2024. Menurut pengumuman yang beredar, acara kumpul massa ibu-ibu nahdliyin itu berjudul Harlah ke-78 Muslimat NU. Padahal, secara resmi, Harlah Muslimat baru jatuh pada 29 Maret 2024.  

Sebagai informasi, Muslimat NU sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) yang bersifat sosial-keagamaan di bawah naungan Jam’iyah NU berdiri pada 29 Maret 1946/26 Rabiul Akhir 1365 H, di Purwokerto, Jawa Tengah. Tanggal itulah yang akhirnya ditetapkan sebagai Harlah Muslimat. Namun, untuk perayaan kali ini, sepertinya dimajukan.

Khofifah mengklaim acara kumpul massa tersebut tak akan menghadirkan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) 2024 sama sekali. Namun demikian, menurut rencana, Presiden Joko Widodo alias Jokowi bakal hadir memberikan sambutan.

“(Rencananya acara diisi) tausiyah Rais Syuriah PBNU, kemudian sambutan Ketua Umum PBNU, sambutan Ketua Umum Muslimat, juga Presiden. Kami tidak mengundang pasangan calon di GBK nanti,” kata Khofifah,usai melantik Pengurus Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Selatan (Sulsel), di Makassar, Ahad (14/1/2024).

Bacaan Lainnya

Khofifah mengaku, di acara tersebut dia bakal berpamitan, setelah menjabat sebagai Ketum PP Muslimat NU sejak 1999. “Kami menyelenggarakan di bulan Januari di GBK, juga sekaligus pamitan saya kepada warga Muslimat. Sudah cukup lama saya memimpin Muslimat. Saya ingin bahwa ada kader yang bersiap untuk memimpin selanjutnya,” ujarnya.

Sosok Khofifah, selama lebih dari satu dekade terakhir, tak bisa dipisahkan dari Muslimat NU. Dia memimpin ormas ibu-ibu nahdliyin itu sejak tahun 1999 hingga saat ini, atau selama empat periode berturut-turut. Kendati pun dia nantinya lengser, kemungkinan pengaruh Khofifah bakal masih kuat di kalangan ibu-ibu Muslimat.

Strategi Dukungan Muslimat untuk Khofifah

Kekuatan dukungan ibu-ibu Muslimat NU terhadap Khofifah tampak efektif dalam kampanye strategi pemenangan pasangan Khofifah-Emil Dardak pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur pada tahun 2018.

Tim Pemenangan Khofifah-Emil kala itu bahkan menyebut jika Muslimat NU jauh lebih militan dan totalitas dalam mendukung dibanding partai politik pendukung. Menurut hasil survei internal tim pemenangan Khofifah kala itu, sepekan sebelum hari pemungutan suara, 60 persen pemilih Khofifah-Emil adalah kaum perempuan. Pada kompetisi politik daerah kala itu, KPU Daerah Jawa Timur menetapkan Khofifah-Emil sebagai pemenang dengan perolehan suara mencapai 10.465.218 suara atau 53,55 persen pemilih.

Pos terkait