Perayaan Harlah Muslimat NU ‘Dimajukan’, Rencananya Presiden Jokowi Beri Sambutan

Menurut hasil penelitian Fatikh Fauzal Adhim, mahasiswa program studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (2019), yang dituangkan dalam Kinerja Muslimat NU Jawa Timur dalam Strategi Pemenangan Pasangan Khofifah Indar Parawansa–Emil Elestianto Dardak pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018, peranan dan Kinerja Muslimat NU dalam menjalankan strategi pemenangan dilaksanakan dengan rencana dan strategi yang matang. Setidaknya ada empat strategi.

Pertama, strategi penguatan figur nahdliyin, baik kiai maupun gus, untuk mendapat dukungan suara NU. Strategi ini bisa dijalankan di Jatim karena sebagian besar masyarakat provinsi ini merupakan warga nahdliyin.

Bacaan Lainnya

Kedua, strategi menjadikan kader Muslimat NU—yang merupakan kaum ibu—sebagai agen untuk kampanye door-to-door, menyasar segmen kaum milenial dan segmen keluarga.

Ketiga, menggaet suara dari kelompok nonMuslimat NU dengan berkampanye dan ikut serta dalam kegiatannya, seperti pada kelompok Aisiyah Muhammadiyah dan perempuan non-Muslimat.

Keempat, strategi memobilisasi massa Muslimat NU. Hubungan Muslimat NU yang ada di pusat sampai ke anak cabang juga tercatat cukup solid. Muslimat mempunyai pola kepemimpinan yang kuat antar-jenjang organisasinya.

Strategi inikah yang diharapkan oleh pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut dua, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dengan mendapuk Khofifah sebagai Juru Kampanye Nasional Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran?

Kita tunggu saja hasilnya.*


FOTO: Pengumuman acara Harlah Muslimat NU yang bakal digelar 19-20 Januari pekan ini. (Sumber: Instagram @nahdlatululama)

Pos terkait