7 Makanan dan Minuman Ini Jangan Dicampur Mi Instan, Bahaya!

Asal campur makanan lain dengan mi instan bisa merugikan tubuh. Hati-hatilah. (Scienceandfooducla)
Hampir setiap orang doyan mi instan. Aroma dan rasanya yang ‘intimidatif’, sehingga sulit menolaknya. Dan biasanya, demi memperoleh sensasi lezat optimal mi instan, konsumen mencampurnya dengan makanan dan lauk lain. Kebiasaan yang ternyata menimbulkan bahaya.

Berbagai hasil riset menemukan bahwa beberapa jenis makanan dan minuman ternyata berbahaya jika dikonsumsi bareng atau setelah makan mi instan.

Berikut ini daftar makanan dan minuman yang tidak berjodoh dengan mi instan. Perhatikan benar-benar, biar tidak salah ramuan yang malah merugikan diri sendiri.

Telur Setengah Matang

Dalam telur setengah matang terkandung zat avidin. Zat ini sebenarnya bermanfaat untuk melindungi nilai gizi telur. Namun, jika dikonsumsi berlebih sangat berisiko, karena di dalamnya ada bakteri salmonella yang berbahaya bagi kesehatan.

Bacaan Lainnya

Bakteri ini bisa memengaruhi saluran usus dan menyebabkan masalah serius, seperti dehidrasi berat.

Selain avidin, kandungan ovomucoid dalam telur setengah matang juga bisa memicu reaksi gatal-gatal hingga gangguan pernapasan. Sedangkan kandungan melamin pada telur setengah matang dapat membahayakan organ ginjal apabila masuk ke dalam tubuh.

Untuk menyiasati ini, Anda bisa memasak telur hingga matang dan tidak terlalu sering mengonsumsi mie instan.

Kerupuk

Jika dilihat dari bahan dasarnya, kerupuk seperti makanan olahan dengan kandungan lemak yang tak terlalu banyak. Kendati demikian, proses pengolahan kerupuk yang tidak sehat membuat lemak dan kalori penganan ini melambung tinggi.

Kalori makanan ringan seperti kerupuk dan keripik juga tak dapat dipandang sebelah mata. Sebab, di balik renyahnya tiga buah kerupuk kaleng atau kerupuk mie berukuran sedang, terkandung lebih dari 400 kalori.

Keju Cheddar

Melansir WebMD, keju cheddar memiliki kandungan lemak jenuh paling tinggi dibandingkan produk olahan susu lainnya.

Meski keju dapat menambah rasa gurih, kandungan lemak dan garam yang tinggi yang ada di dalamnya, ditambah dengan kadar garam dalam mi instan, dapat meningkatkan risiko hipertensi, obesitas, diabetes, dan gangguan jantung.

Pos terkait