Dosen ilmu pemerintahan Universitas Pamulang (Unpam) Efriza menilai, fenomena guru-guru terjerat pinjol merupakan tanda dari tidak tepatnya kebijakan kesejahteraan pendidikan oleh negara yang diemban Mendikbud.
Efriza pun menilai jika kinerja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim gagal, utamanya menghadirkan kesejahteraan bagi guru-guru di Indonesia. Indikasinya adalah, hampir setengah dari jumlah guru tanah air terjerat pinjol.
“Kasus 42 persen guru terjerat Pinjol ini karena kesejahteraan. Negara gagal memberikan kesejahteraan,” ujar Efriza, dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (15/5/2024).
Dia menambahkan, guru merupakan pondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) bangsa Indonesia yang seharusnya diperhatikan pemerintah.
“Guru dianggap pahlawan tanpa tanda jasa. Tapi, sayangnya makna ini tak diresapi, sehingga malah memunculkan pembiaran terhadap kesejahteraan mereka,” tuturnya.
“Bahkan, mereka dibiarkan bekerja dengan gaji pas-pasan, tetapi di era Nadiem beban kerjanya luar biasa besar,” sambungnya.
Karena itu, pengamat politik dari Citra Institute itu memberikan label “menteri gagal” kepada Nadiem, karena tidak bisa memberikan kesejahteraan bagi guru-guru Indonesia.
“Nadiem bukan saja gagal memberikan jaminan akan kesejahteraan guru, tetapi juga gagal mengidentifikasi masalah yang terjadi di dunia pendidikan. Bukannya menyelesaikan masalah tapi Nadiem menjadi aktor dari masalah itu sendiri,” ucap Efriza.♦





