Wacana Rekonsiliasi antara Jokowi-Prabowo dengan Megawati Menguat, TKN Sebut Hanya Hasto yang Galau

Foto 'kedekatan' Megawati, Prabowo Subianto, dan Puan Maharani yang diunggah di akun Instagram Puan Maharani pada 24 Februari 2020. Ketika PDIP terkesan 'kurang gereget' terkait wacana hak angket di DPR, beredar kabar Megawati dan Prabowo bakal segera bertemu. FOTO: Tangkapan layar IG @puanmaharani
TKN Sebut Hanya Hasto yang Galau

Sementara itu, Wakil Ketua TKN Immanuel Ebenezer alias Noel mengatakan pertemuan antara Prabowo dan Megawati Soekarnoputri sudah terjadwal. Noel menyebut jadwal pertemuan itu sudah ada di atas meja Prabowo. 

“Soal pertemuan Bu Mega sepertinya ada. Soal ini (waktu pastinya) aku belum dapat info kapannya. Tapi pertemuan itu sudah terjadwal dan sudah di atas mejanya Prabowo,” ujar Noel, dikutip dari Kompas.com, Senin (8/4/2024).

Menurut Noel, hingga detik ketika dia menyampaikan pernyataannya, belum ada hambatan apa pun yang bisa menghalangi pertemuan Prabowo-Megawati. Dia menyebut perbedaan sikap politik di Pilpres 2024 juga tidak menghalangi pertemuan kedua tokoh tersebut. 

Bacaan Lainnya

Dan kata Noel, yang tidak menginginkan pertemuan Prabowo-Megawati hanyalah Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto. “Yang galau itu hanya Hasto dan kawan-kawannya. Dan Hasto akan berusaha agar pertemuan Bu Mega dan Prabowo jangan sampai terealisasi,” tuturnya. “Hasto punya kepentingan agar kedua tokoh ini jangan sampai ketemu,” sambung Noel.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu belakangan, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kerap mengeluarkan pernyataan di media massa yang terkesan menyerang Presiden Jokowi. Misalnya, dia pernah mengeluarkan pernyataan bahwa Jokowi berambisi menjadi Ketua Umum Golkar dan PDIP. Dia juga sempat menyebut jika keputusan PDIP mengusung Gibran Rakabuming sebagai Walikota Solo merupakan sebuah kekhilafan.

Barangkali karena pernyataan-pernyataannya itulah Noel menilai Hasto sedang galau dan terkesan tidak ingin adanya rekonsiliasi politik antara Megawati dengan Prabowo dan Jokowi. 

Namun demikian, Noel meyakini bahwa Prabowo pasti mengajak PDIP bergabung ke pemerintahan Prabowo-Gibran saat bertemu Megawati. Dia mengingatkan bahwa PDIP adalah partai besar. 

“Bisa saja itu terjadi. Karena biar bagaimana pun, PDIP partai besar. Dan akan diajak (gabung pemerintah) untuk kerja-kerja besar buat bangsa ini,” imbuhnya.◼︎PRAM/KOMPAS

Pos terkait