JAKARTA—Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, meyakini hubungan PDI Perjuangan dengan Presiden Joko Widodo bisa membaik. Sementara itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Immanuel Ebenezer, mengatakan pertamuan antara Prabowo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri hanya tinggal menunggu waktu.
Sedangkan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Said Abdullah mengatakan Megawati telah menugaskan putrinya—yang juga Ketua DPP PDIP—Puan Maharani, untuk berkomunikasi dengan Prabowo
Terkait potensi membaiknya hubungan Jokowi-Megawati, menurut Habiburokhman, hal tersebut sangat mungkin terjadi mengingat keduanya pihak punya sejarah hubungan yang panjang. Jokowi lahir dan besar dari partai berlambang banteng itu.
“PDI Perjuangan dengan Pak Jokowi kan dalam satu rahim politik yang sama. Pak Jokowi dibesarkan oleh PDI Perjuangan, dan bahkan satu-satunya partai yang pernah dimasuki oleh Pak Jokowi,” kata Habiburokhman dalam program Kompas Petang, Kompas TV, Ahad (7/4/2024).
“Saya pikir besar sekali kemungkinan akan tercipta rekonsiliasi antara kubu Pak Jokowi dan keluarga dengan PDI Perjuangan,” ujarnya optimistis.
Habiburokhman lantas menyinggung sejarah hubungan antara Jokowi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 dan Pilpres 2019, keduanya bersaing secara sengit sebagai calon presiden (capres). Namun, pada akhirnya, Jokowi dan Prabowo tetap bisa bersatu. Prabowo menjadi Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju pimpinan Jokowi.
“Dulu juga disebut Pak Jokowi dengan Pak Prabowo adalah musuh bebuyutan, berseteru, terlibat konflik yang sangat antagonis, ternyata kan bisa ketemu juga,” ujarnya.
Menurut Habiburokhman, Prabowo ingin menjadi penengah antara PDIP dengan Jokowi. Keinginan tersebut, menurut Habiburokhman, menjadi salah satu alasan yang mendasari rencana pertemuan Prabowo dengan Megawati Soekarnoputri.
Kata Habiburokhman, rencana pertemuan itu telah diketahui oleh Jokowi. “Pak Prabowo tentu kan akan mencoba menjadi pihak yang merekonsiliasi, menengahi kedua belah pihak,” katanya. Kendati demikian, Habiburokhman belum bisa memastikan kapan pertemuan antara Megawati dan Prabowo digelar. Namun, ia meyakini, rencana tersebut terealisasi tidak lama lagi.
Menurutnya, tidak ada hambatan psikologis apa pun yang berpotensi menghalangi rencana pertemuan Prabowo dengan Megawati. “Pak Prabowo dan Ibu Mega adalah sahabat sudah lama,” tutur Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran itu.
Sebagaimana diketahui, hubungan kedua pihak merenggang sejak putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo pada Pilpres 2024. Adapun kabar rencana pertemuan Megawati dengan Prabowo kian menguat belakangan ini.
Terkait rencana tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto pernah mengatakan jika Megawati tidak masalah bertemu dengan Prabowo pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal sengketa hasil Pemilu. Saat ini, tim hukum Ganjar Pranowo-Mahfud MD tengah mengajukan sengketa pilpres ke MK, bersama tim hukum Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
“Terkait dengan pilpres, kita masih menunggu hasil dari Mahkamah Konstitusi (MK), sehingga tidak ada persoalan pertemuan-pertemuan itu dilakukan,” kata Hasto ditemui di Kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2024).
“Demikian pula antara Pak Prabowo dengan Ibu Megawati Soekarnoputri. Tidak ada persoalan dalam perspektif pribadi,” imbuhnya.
Sedangkan Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengatakan, Megawati telah menugaskan Puan Maharani untuk berkomunikasi dengan Prabowo.
“Jadi, dari satu-dua poin itu, muaranya, Ibu (Megawati) menugaskan Mbak Puan memang untuk membangun komunikasi. Setelah membangun komunikasi, nanti Mbak Puan report (melaporkan kepada Megawati). Hasil report itulah yang akan menentukan Ibu Ketua Umum bertemu dengan Pak Prabowo, duduk bersama. Kan, begitu,” ungkap Said, dikutip dari Kompas.id, Senin (8/4/2024).





