Uni Eropa (UE) meminta Israel mengakhiri kegiatan militer di Rafah. Sebab, apa yaang dilakukan Israel mengganggu distribusi bantuan kemanusiaan di Gaza. UE memberi peringatan kepada Israel untuk mengakhiri operasi militernya di Rafah “segera” atau hubungan bilateral sebagai taruhan.
Rafah adalah sebuah kota di ujung selatan Jalur Gaza di mana sekitar 1,3-4 juta warga Palestina mengungsi dari pertempuran berbulan-bulan. Ini adalah kota terakhir di Gaza yang belum melihat operasi militer besar Israel. Dalam beberapa hari terakhir, Israel telah melakukan operasi terbatas di kota dan tindakan ini telah mengakibatkan lebih dari 300.000 orang melarikan diri.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, Uni Eropa mengatakan bahwa kegiatan Israel di Rafah “semakin mengganggu distribusi bantuan kemanusiaan di Gaza dan menyebabkan lebih banyak perpindahan internal, paparan kelaparan dan penderitaan manusia,” menurut AFP dilansir laman First Post. Pernyataan itu dikeluarkan atas nama Uni Eropa oleh Josep Borrell, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan.
“Jika Israel melanjutkan operasi militernya di Rafah, itu pasti akan membuat ketegangan berat pada hubungan Uni Eropa dengan Israel. Uni Eropa mendesak Israel untuk segera mengakhiri operasi militernya di Rafah,” kata demikian pernyataan Josep Borrell.
Sekadar diketahui, Uni Eropa adalah donor bantuan utama ke wilayah Palestina di Tepi Barat dan Gaza dan merupakan mitra dagang terbesar Israel.♦





