SIDOARJO–Suhu air sumur di Perumahan Mutiara Citra Asri, Desa Boro, Tanggulangin, Sidoarjo, tiba-tiba berubah menjadi panas dengan suhu lebih dari 50 derajat celcius.
Supriyono, salah satu warga RT 18 RW 5, mengatakan, air di dalam sumur yang berada di Balai RW itu memunculkan panas sejak Selasa (6/8/2024) malam lalu.
“Awalnya kami juga enggak nyadar. Waktu itu ngecat, mau bersihin kuas, kaget, kok (air kerannya) panas,” ujar Supriyono, dikutip Jumat (9/8/2024).
Warga kemudian melakukan pengecekan suhu air sumur tersebut menggunakan alat. Hasilnya, suhu air mencapai 52 derajat. Diketahui sumur tersebut merupakan buatan warga sejak 2005.
“Rabu pagi, saya cek 52 (derajat). Baru kali ini panasnya, tapi sumurnya perkiraan sekitar 2005 sampai 2006. Kami yang membuat karena enggak ada sumur di sini,” jelasnya.
Suhu air sumur tersebut, kata Supriyono, berangsur mulai turun dari panas semula. Namun, kadar suhunya belum menurun sesuai batas normal menurut Permenkes, yakni kisaran 16-25 derajat celcius.
“Terakhir saya cek sekitar 42 derajatan, tapi pertama muncul sekitar 52 derajat,” ucapnya.
Sementara itu, Wiwik Nuzullah, warga sekitar lainya, menyebut air di dalam sumur itu tidak mengeluarkan bau apapun meski suhunya tiba-tiba meningkat.
“Saya dulu rumahnya di Porong dekat (semburan lumpur) Lapindo, jadi tahu bedanya. Kalau (air sumur) ini enggak ada baunya sama sekali hanya keluarkan panas,” tuturnya.
Bahkan saking panasnya, lanjut Wiwik, air di dalam sumur sampai mengeluarkan asap saat penutupnya dibuka pertama kali oleh warga.
“Kemarin pas dibuka orang-orang itu berasap, mungkin terlalu panas dan tertutup jadinya keluar asap,” imbuhnya.
Warga mengaku hanya satu air sumur saja yang suhunya tiba-tiba menjadi panas. Sedangkan sumur lain milik warga di sekitar lokasi tidak ikut terdampak.
Meski begitu, Wiwik mengaku sejumlah warga lainnya ikut khawatir dengan fenomena ini karena belum diketahui penyebabnya.
“Rumah saya dari sini (sumur panas) jaraknya empat rumah enggak terdampak, yang selisih satu tembok juga enggak terdampak. Tapi ya tetap khawatir mereka, takutnya ada apa-apa,” ujarnya.



