Eri menegaskan, kebijakan pembatasan gawai yang sebelumnya diterbitkan Pemkot bukan berarti pelarangan total.
“Anak-anak belum memiliki kemampuan penuh untuk memilah konten. Karena itu, pendampingan orang dewasa menjadi sangat penting,” ujarnya.
Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, sekolah, dan keluarga, gerakan ini menjadi bukti bahwa perlindungan anak di ruang digital tak cukup diatur dari pusat — ia harus hidup di tingkat paling bawah: rumah dan sekolah.***





